RS Satria Medika – Duta Besar Kehormatan World Health Organization untuk pemberantasan kusta, Yohei Sasakawa, menegaskan komitmennya membantu Indonesia melawan kusta.
Ia menyampaikan komitmen tersebut melalui Sasakawa Health Foundation pada Kamis (15/1/2026).
Sasakawa menilai pemberantasan kusta membutuhkan kerja bersama dan perubahan cara pandang masyarakat secara menyeluruh.
Ia menekankan bahwa masyarakat harus menghentikan anggapan kusta sebagai penyakit kutukan atau aib sosial.
Menurut Sasakawa, pengobatan medis harus berjalan seiring dengan upaya menghapus diskriminasi terhadap penderita kusta.
Ia juga mendorong pendekatan yang manusiawi agar penderita memperoleh simpati dan dukungan sosial.
“Baca Juga: Partisipasi Kesehatan Indonesia Dinilai Belum Merata“
Indonesia Masih Hadapi Tantangan Besar Penyebaran Kusta
Sasakawa memberikan perhatian khusus kepada Indonesia karena masih masuk tiga besar negara dengan kasus kusta terbanyak.
Ia menilai kurangnya edukasi publik memperburuk penyebaran penyakit tersebut di masyarakat.
Banyak warga belum memahami bahwa kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
Selain itu, masyarakat sering salah menilai tingkat penularan penyakit ini.
Sasakawa menjelaskan bahwa kusta memiliki tanda medis yang jelas dan mudah dikenali.
Namun, stigma sosial terus berkembang akibat informasi yang keliru dan komunikasi yang tidak tepat.
Ia menegaskan bahwa stigma menjadi penghalang utama dalam upaya pemberantasan kusta.
Menteri Kesehatan Tekankan Edukasi Berbasis Bukti Ilmiah
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyambut positif komitmen Sasakawa dan SHF.
Ia menilai kolaborasi global dapat memperkuat upaya nasional melawan kusta.
Budi menekankan pentingnya edukasi publik berbasis bukti ilmiah yang mudah dipahami masyarakat.
Ia menolak praktik isolasi keluarga terhadap penderita kusta karena tidak memiliki dasar ilmiah.
Menurut Budi, antibiotik dapat menghentikan penularan kusta dalam waktu kurang dari satu minggu.
Ia menjelaskan bahwa informasi ilmiah harus menggantikan ketakutan dan kesalahpahaman yang beredar.
Habibie Center Siap Perkuat Kolaborasi Nasional
Ketua Dewan Pembina Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi.
Ia menyebut Habibie Center siap bekerja bersama SHF dan Kementerian Kesehatan RI.
Ilham menegaskan bahwa kesehatan memiliki peran penting dalam membangun kualitas demokrasi.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya berbicara soal politik, tetapi juga kesejahteraan dan keadilan sosial.
Ia menilai pemberantasan kusta dapat meningkatkan kualitas hidup dan martabat masyarakat Indonesia.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan mempercepat Indonesia menuju bebas kusta.
“Baca Juga: Waktu Terbaik Konsumsi Vitamin A agar Manfaat Maksimal“