RS Satria Medika – Penyebab: Urine berbusa sering membuat orang khawatir. Kadang kondisi ini normal, namun bisa juga menandakan gangguan kesehatan. Ginjal berperan penting dalam menyaring darah, menjaga cairan, mengatur tekanan darah, hingga memproduksi hormon. Bila fungsinya terganggu, urine dapat berubah, termasuk muncul busa.
Artikel ini membahas penyebab urine berbusa dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.
“Baca Juga: Obesitas Picu Diabetes, Jantung, hingga Gangguan Pernapasan“
1. Proteinuria atau Kelebihan Protein
Menurut WebMD, proteinuria terjadi ketika urine mengandung kadar protein tinggi. Kondisi ini sering menjadi tanda awal kerusakan ginjal. Ginjal yang sehat menyaring limbah dan menjaga protein tetap berada di dalam darah. Namun, ginjal yang rusak memungkinkan protein seperti albumin bocor ke urine.
Gejala proteinuria ringan sering tidak terasa jelas. Tetapi bila kondisi memburuk, gejala lain bisa muncul. Gejala tersebut antara lain urine berbusa, bengkak pada tubuh, sering buang air kecil, sesak napas, kelelahan, hilang nafsu makan, sakit perut, dan muntah.
2. Buang Air Kecil dengan Aliran Kuat
Urine yang keluar dengan aliran kuat dapat menghasilkan busa ketika mengenai permukaan air toilet. Kondisi ini terjadi karena udara terperangkap dan membentuk gelembung. Busa jenis ini biasanya hilang dengan cepat. Jadi, aliran kencang tidak selalu menunjukkan adanya penyakit.
3. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Dehidrasi membuat tubuh kekurangan cairan. Akibatnya, urine menjadi lebih pekat dan mengandung lebih banyak limbah. Hal ini menimbulkan gelembung ketika keluar.
Dokter Yaakov Liss dari CareMount Medical di New York menjelaskan bahwa semakin dehidrasi seseorang, semakin pekat urinenya. Jika Anda melihat urine berbusa, perbanyak minum air terlebih dahulu. Bila busa hilang setelah hidrasi, penyebabnya kemungkinan hanya kekurangan cairan.
4. Kerusakan Ginjal yang Lebih Serius
Urine berbusa juga bisa menandakan kerusakan ginjal. Beberapa masalah ginjal yang sering menimbulkan gejala ini adalah penyakit ginjal kronis, glomerulonefritis, dan sindrom nefrotik.
Ketika ginjal rusak, fungsi penyaringan melemah. Akibatnya, protein ikut keluar bersama urine. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius. Karena itu, pemeriksaan medis sangat penting untuk mencegah komplikasi.
5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Urine berbusa juga dapat muncul akibat infeksi saluran kemih. ISK membuat urine berubah warna, berbau tidak sedap, dan berbusa. Gejala lain meliputi rasa nyeri saat buang air kecil dan sering ingin buang air kecil.
Infeksi ini perlu segera ditangani karena dapat menyebar ke organ lain bila dibiarkan.
6. Faktor Lain yang Menyebabkan Urine Berbusa
Selain gangguan ginjal dan dehidrasi, ada penyebab lain yang lebih ringan. Misalnya, konsumsi obat tertentu, pola makan tinggi protein, atau penggunaan bahan kimia pembersih toilet. Semua faktor ini bisa membuat urine tampak berbusa meski tubuh sehat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika urine berbusa hanya sesekali, biasanya tidak berbahaya. Namun, bila busa muncul terus-menerus meski sudah minum banyak air, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Deteksi dini sangat penting. Pemeriksaan sederhana dapat membantu menemukan masalah ginjal sebelum semakin parah.
Kesimpulan
Urine berbusa bisa jadi tanda normal atau peringatan masalah ginjal. Penyebabnya beragam, mulai dari aliran urine kuat, dehidrasi, hingga kerusakan ginjal. Perhatikan gejala lain yang menyertai. Bila busa bertahan lama, segera konsultasi dengan dokter.
“Baca Juga: Bahaya Rokok: Pembakaran Picu Penyakit Serius pada Tubuh“