Kanker Payudara Waspadai Faktor Risiko Sejak Dini

RS Satria Medika – Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa 2,3 juta wanita di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun. Penyakit ini menyebabkan 670 ribu kematian secara global. WHO menjelaskan bahwa kanker payudara dapat menyerang wanita di semua negara dan di usia berapa pun setelah masa pubertas. Namun, risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia.

“Baca Juga: Rahasia Latihan Intensitas Rendah Jennifer Aniston di Usia 50-an“

Kanker Payudara Masih Dominan di Indonesia

Menurut Globocan 2022, kanker payudara masih menempati peringkat pertama dari seluruh jenis kanker di Indonesia. Kasus baru mencapai 16,2 persen dari semua kanker, serta 30,1 persen dari kasus kanker pada wanita.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi Ivan Rinaldy dari Bethsaida Hospital Gading Serpong menjelaskan bahwa banyak pasien datang ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut. Ia menilai, kondisi ini terjadi karena banyak perempuan mengabaikan perubahan kecil di payudara.

“Bila diperiksa lebih awal, pengobatan bisa lebih sederhana dan hasilnya jauh lebih baik,” kata Ivan dalam keterangan pers di akhir Oktober.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kanker payudara berasal dari jaringan kelenjar payudara, tepatnya di saluran dan lobulus penghasil susu. Ivan menyebut, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, tetapi beberapa faktor bisa meningkatkan risikonya.

Ia menjelaskan bahwa siapa pun bisa terkena kanker payudara, namun risiko meningkat jika seseorang memiliki faktor berikut:

  1. Usia di atas 40 tahun.
  2. Belum pernah hamil atau baru melahirkan di usia lanjut.
  3. Tidak menyusui atau menyusui dalam waktu singkat.
  4. Menstruasi terlalu dini atau menopause terlambat.
  5. Mengonsumsi obat hormonal tanpa pengawasan dokter.
  6. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium.
  7. Pernah menjalani operasi tumor atau terapi radiasi dada saat muda.
  8. Kelebihan berat badan dan jarang berolahraga.
  9. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Ivan menegaskan, masyarakat perlu waspada terhadap tanda-tanda awal. Perempuan harus memperhatikan benjolan keras, perubahan bentuk atau posisi puting, keluar darah dari puting, serta kulit payudara yang tampak seperti kulit jeruk. Ia juga menyarankan agar perempuan memeriksa area ketiak karena kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening.

SADARI dan SADANIS: Langkah Penting Deteksi Dini

Ivan menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah kematian akibat kanker payudara. Ia menyarankan dua langkah penting, yaitu SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan oleh Tenaga Medis).

SADARI bisa dilakukan oleh wanita berusia di atas 20 tahun. Bagi yang masih haid, lakukan pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi. Sedangkan bagi wanita menopause, lakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.

Amati bentuk payudara di depan cermin, lalu raba seluruh bagian payudara dan ketiak. Pastikan tidak ada benjolan atau perubahan. “SADARI adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Pemeriksaan sederhana ini membantu wanita mengenali perubahan sejak dini,” ujar Ivan.

Sementara itu, SADANIS dilakukan oleh tenaga medis untuk memastikan kondisi payudara. Bila ditemukan tanda mencurigakan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG atau mammografi. Bagi wanita usia di atas 15 tahun, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap dua hingga tiga tahun.

“SADANIS melengkapi langkah SADARI. Pemeriksaan dokter membantu deteksi lebih akurat dan memastikan penanganan tepat,” jelas Ivan.

Pilihan Terapi Sesuai Kondisi Pasien

Ivan menyebut bahwa pilihan terapi tergantung pada stadium kanker dan kondisi pasien. Beberapa metode pengobatan meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, terapi target, dan imunoterapi. Ia menekankan pentingnya deteksi dini agar pasien dapat menjalani pengobatan lebih ringan dan memiliki peluang sembuh lebih tinggi.

Kesimpulan

Kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan terbesar bagi perempuan Indonesia. Namun, melalui kebiasaan deteksi dini seperti SADARI dan SADANIS, risiko dapat dikurangi secara signifikan. Ivan mengajak seluruh perempuan untuk lebih peduli pada kesehatan payudara dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala mencurigakan.

“Baca Juga: Ashanty Ungkap Rahasia Diet Sehat dan Tubuh Langsing“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *