RS Satria Medika – Luka Akibat Air Keras: Air keras merupakan zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan luka serius hingga permanen. Dalam kasus kekerasan, air keras sering digunakan sebagai senjata yang merusak tubuh korban dalam hitungan detik. Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah pertolongan pertama jika seseorang terkena air keras.
“Baca Juga: Hepatitis A–E Cara Menular dan Tips Cegahnya“
Kasus Penyiraman Air Keras di Jakarta Utara
Pada Jumat, 1 Agustus 2025, terjadi insiden penyiraman air keras di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Empat pelajar berinisial AR, YA, JBS, dan MA menyiramkan air keras kepada AP, pelajar berusia 17 tahun, saat tawuran. Polisi telah menetapkan keempat pelaku sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Luka Akibat Air Keras Dapat Menimbulkan Dampak Jangka Panjang
Kejadian ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan. Penyiraman air keras yang ia alami menyebabkan kebutaan permanen pada satu matanya. Oleh karena itu, mengetahui cara penanganan darurat sangat penting untuk meminimalisasi dampak serius.
Langkah Pertama Jika Kulit Terkena Air Keras
Jika air keras mengenai kulit, segera lepaskan pakaian yang terkena cairan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran zat kimia ke area tubuh lainnya. Setelah itu, siram area yang terkena air keras menggunakan air mengalir selama minimal 15 menit. Air membantu mengurangi rasa terbakar dan mendinginkan bagian yang terpapar.
Jika luka cukup parah, cuci area tersebut dengan air dan sabun antiseptik yang lembut. Hindari penggunaan salep sembarangan karena bisa memperparah luka. Setelah dibersihkan, oleskan salep antibiotik dan tutup dengan kain kasa steril agar tidak terinfeksi.
Jika Air Keras Mengenai Mata
Ketika air keras mengenai mata, segera alirkan air bersih ke mata selama 15 menit tanpa henti. Jika korban menggunakan lensa kontak, lepaskan segera agar cairan kimia tidak terperangkap. Langkah ini dapat mencegah kerusakan jaringan mata yang lebih parah. Segera bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Jika Air Keras Tertelan
Saat seseorang menelan air keras, jangan paksa korban memuntahkan cairan tersebut. Tindakan itu justru bisa memperburuk luka di tenggorokan. Jangan pula melakukan bantuan napas dari mulut ke mulut. Bahan kimia bisa membahayakan orang yang menolong. Sebaiknya longgarkan pakaian korban dan segera bawa ke rumah sakit terdekat.
Luka Akibat Air Keras: Saat Terpapar Uap Air Keras
Uap dari air keras juga dapat membahayakan pernapasan. Jika seseorang menghirup uap tersebut, segera bawa korban ke tempat terbuka agar bisa menghirup udara segar. Longgarkan pakaian yang menekan dada agar pernapasan lebih lancar. Jika tersedia, berikan oksigen. Jika korban tidak bernapas, lakukan bantuan napas dengan sangat hati-hati.
“Baca Juga: Henti Jantung Mendadak: Penyakit yang Dialami Hulk Hogan“