RS Satria Medika – Pengalaman mendengar bisikan, melihat sosok yang tidak dilihat orang lain, atau mengalami perubahan perilaku sering dikaitkan dengan kesurupan. Namun, kondisi tersebut juga dapat menandakan masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah gangguan psikotik, termasuk skizofrenia. Meski demikian, seseorang tidak bisa langsung mengidap skizofrenia hanya karena mengalami halusinasi atau perubahan perilaku.
Dokter perlu mempertimbangkan latar belakang budaya, riwayat kesehatan, penggunaan zat, dan perkembangan gejala. Lantas, bagaimana cara mengenali tanda yang perlu mendapatkan perhatian?
“Baca Juga: Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan Ganda“
1. Gejala yang Dianggap Kesurupan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut
Dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Elly Tania, Sp.KJ, dari RS Sumber Waras Jakarta menjelaskan pentingnya memahami latar belakang seseorang.
Dalam acara Morning Zone di YouTube Okezone, ia menekankan bahwa dokter tidak boleh langsung menyimpulkan penyebab pengalaman yang dianggap tidak biasa.
Menurutnya, dokter perlu memahami budaya, adat istiadat, dan kepercayaan spiritual yang dianut seseorang. Sebab, beberapa masyarakat masih menjalankan tradisi yang melibatkan ritual spiritual.
Namun, dokter juga perlu memperhatikan perubahan perilaku yang muncul di luar kebiasaan seseorang.
Misalnya, seseorang mulai berbicara kacau, menunjukkan emosi yang tidak stabil, atau melakukan tindakan yang sulit dipahami. Selain itu, pengalaman melihat sosok atau mendengar suara yang tidak dialami orang lain juga memerlukan perhatian.
Jika gejala tersebut muncul mendadak, berulang, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, seseorang perlu menjalani pemeriksaan medis.
2. Kenali Gejala Skizofrenia yang Perlu Diwaspadai
Skizofrenia merupakan gangguan mental yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, dan memahami kenyataan. Gejalanya dapat berbeda pada setiap individu.
Berikut beberapa tanda yang perlu masyarakat kenali:
- Halusinasi: Seseorang mendengar suara atau melihat sesuatu yang tidak dialami orang lain.
- Waham: Seseorang mempertahankan keyakinan kuat yang tidak sesuai kenyataan, meskipun bukti menunjukkan sebaliknya.
- Pikiran tidak teratur: Seseorang berbicara dengan alur yang sulit diikuti atau menghubungkan gagasan secara tidak jelas.
- Perilaku tidak terorganisasi: Seseorang menunjukkan tindakan yang tidak sesuai situasi atau kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari.
- Penurunan motivasi: Seseorang mulai menarik diri dari lingkungan, mengabaikan kebersihan diri, atau kesulitan menjalankan pekerjaan.
Namun, satu atau beberapa gejala tersebut tidak otomatis menunjukkan skizofrenia. Tenaga profesional perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menentukan diagnosis.
3. Gangguan Fisik dan Penggunaan Zat Juga Bisa Memicu Gejala
Perubahan pikiran dan perilaku tidak selalu berasal dari gangguan kesehatan mental. Sejumlah penyakit fisik juga dapat memengaruhi fungsi otak dan menimbulkan gejala serupa.
Dr. Elly menjelaskan bahwa dokter perlu memeriksa kemungkinan infeksi otak, seperti meningitis. Dokter juga dapat mempertimbangkan kondisi lain, termasuk tumor otak.
Selain itu, penggunaan zat tertentu dapat memicu halusinasi, kebingungan, dan perubahan perilaku. Karena itu, dokter perlu menelusuri riwayat penggunaan obat atau zat sebelum gejala muncul.
Durasi gejala juga membantu dokter melakukan penilaian. Namun, dokter tidak dapat memastikan skizofrenia hanya berdasarkan lamanya seseorang mengalami gejala.
Sebaliknya, dokter perlu mempertimbangkan keseluruhan gejala, riwayat kesehatan, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
4. Kapan Seseorang Perlu Mendapatkan Pertolongan Medis?
Masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan perubahan perilaku yang muncul secara mendadak. Pemeriksaan medis membantu dokter menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Segera cari pertolongan medis jika seseorang mengalami perubahan perilaku disertai kebingungan berat, demam, kejang, atau penurunan kesadaran.
Pertolongan segera juga diperlukan ketika seseorang berisiko melukai dirinya sendiri atau orang lain.
Dengan demikian, masyarakat perlu menghindari kesimpulan terburu-buru ketika menghadapi pengalaman yang dianggap sebagai kesurupan. Pendekatan yang menghormati budaya sekaligus memperhatikan kesehatan dapat membantu seseorang mendapatkan pemeriksaan yang tepat.
Kesimpulannya, gejala yang dianggap tidak biasa tidak selalu menunjukkan gangguan gaib ataupun skizofrenia. Pemeriksaan tenaga profesional menjadi langkah penting untuk memahami penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
“Baca Juga: Olahraga Turunkan Risiko Kanker Usus Besar Kambuh 28%“