Mengenal Diplopia, Gangguan Penglihatan Ganda

RS Satria Medika – Diplopia merupakan gangguan penglihatan yang membuat seseorang melihat dua bayangan dari satu objek. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk membaca, berjalan, dan mengemudi.

Pembalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez, pernah mengalami gangguan ini setelah kecelakaan saat sesi pemanasan MotoGP Mandalika pada 20 Maret 2022.

Kecelakaan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tersebut menyebabkan Marquez mengalami cedera kepala dan gegar otak. Akibatnya, ia tidak dapat mengikuti balapan utama MotoGP Indonesia.

Dua hari kemudian, Marquez mengungkapkan bahwa penglihatan gandanya kembali muncul. Ia juga pernah mengalami kondisi serupa pada 2021 setelah kecelakaan saat berlatih.

“Baca Juga: Tidur Bareng Hewan Peliharaan, Ini Risiko Kesehatannya“

Lantas, apa itu diplopia, apa penyebabnya, dan bagaimana dokter menangani gangguan penglihatan tersebut?

1. Apa Itu Diplopia?

Diplopia atau double vision terjadi ketika seseorang melihat dua gambar dari satu objek. Bayangan tersebut dapat muncul berdampingan, bertumpuk, atau terpisah secara vertikal.

Menurut penjelasan medis yang dirujuk Harvard University, dokter membagi diplopia menjadi dua jenis. Keduanya meliputi diplopia monokular dan diplopia binokular.

Diplopia Monokular

Diplopia monokular terjadi ketika seseorang tetap melihat bayangan ganda menggunakan satu mata. Kondisi ini tidak menghilang meskipun orang tersebut menutup mata lainnya.

Beberapa gangguan mata dapat memicu diplopia monokular, antara lain:

  • Astigmatisme: Kelainan bentuk kornea atau lensa yang membuat penglihatan tidak fokus.
  • Katarak: Kondisi ketika lensa mata menjadi keruh.
  • Mata kering: Kurangnya air mata membuat permukaan mata tidak cukup lembap.
  • Keratoconus: Kondisi ketika kornea menipis dan berubah menyerupai kerucut.
  • Gangguan retina: Masalah pada retina dapat memengaruhi kualitas penglihatan.

Dokter mata akan memeriksa penyebabnya sebelum menentukan penanganan yang sesuai.

Diplopia Binokular

Diplopia binokular terjadi ketika seseorang melihat dua bayangan dengan kedua mata terbuka. Penglihatan ganda biasanya menghilang ketika orang tersebut menutup salah satu mata.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan ketidakselarasan posisi kedua mata. Gangguan otot mata atau saraf pengendali gerakan bola mata dapat memicu masalah tersebut.

Beberapa penyebabnya meliputi mata juling, diabetes, penyakit Graves, miastenia gravis, dan cedera kepala. Selain itu, stroke, tumor otak, serta gangguan saraf lainnya juga dapat memicu diplopia.

2. Marc Marquez Mengalami Diplopia setelah Kecelakaan Mandalika

Marquez mengalami kecelakaan highside saat sesi pemanasan MotoGP Indonesia pada 20 Maret 2022. Motornya kehilangan traksi di Tikungan 7 sehingga membuatnya terlempar ke udara.

Setelah insiden tersebut, Marquez menjalani pemeriksaan medis dan mengalami gegar otak. Tim medis kemudian menyatakan dirinya tidak layak mengikuti balapan utama.

Pada 22 Maret 2022, Marquez mengungkapkan bahwa penglihatan gandanya kembali muncul. Pemeriksaan dokter spesialis mata di Barcelona menemukan gangguan pada saraf kranial keempat sisi kanan.

Saraf tersebut mengendalikan otot yang membantu pergerakan bola mata. Gangguan pada saraf ini dapat mengacaukan koordinasi kedua mata dan memicu penglihatan ganda.

Pada 29 Maret 2022, MotoGP melaporkan perkembangan kondisi Marquez yang cukup baik. Namun, ia tetap menjalani perawatan konservatif dan pemeriksaan berkala.

3. Kenali Gejala Diplopia yang Perlu Diwaspadai

Gejala utama diplopia adalah munculnya dua bayangan dari satu objek. Namun, penderita juga dapat mengalami keluhan lain, seperti:

  • Sakit kepala dan pusing.
  • Gangguan keseimbangan serta kesulitan memperkirakan jarak.
  • Mual dan nyeri ketika menggerakkan mata.
  • Penglihatan ganda secara horizontal atau vertikal.

Gejala tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, seseorang perlu memeriksakan diri ketika mengalami penglihatan ganda.

Segera cari pertolongan medis jika penglihatan ganda muncul mendadak, terutama setelah cedera kepala. Kondisi ini juga membutuhkan penanganan darurat jika muncul bersama sakit kepala hebat, kelemahan anggota tubuh, atau kesulitan berbicara.

4. Bagaimana Dokter Mendiagnosis Diplopia?

Dokter akan memeriksa mata untuk menentukan jenis dan kemungkinan penyebab diplopia. Pemeriksaan tersebut meliputi ketajaman penglihatan, posisi mata, dan kemampuan bola mata bergerak.

Selain itu, dokter akan menanyakan riwayat penyakit, cedera, serta gejala lain yang menyertai. Jika mencurigai gangguan saraf atau cedera kepala, dokter dapat merekomendasikan CT scan atau MRI.

Dokter juga mungkin meminta pasien menjalani tes darah untuk memeriksa kemungkinan diabetes atau gangguan tiroid.

Dengan demikian, pemeriksaan medis membantu dokter menemukan penyebab diplopia dan menentukan penanganan yang tepat. Penanganan dini juga penting untuk mengurangi risiko komplikasi, terutama ketika penglihatan ganda muncul secara mendadak.

“Baca Juga: Cara Aman Merawat Bulu Kemaluan Tanpa Risiko Iritasi“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *