RS Satria Medika – Tidur larut malam sering membuat seseorang bangun dengan kepala terasa berat atau berdenyut. Kondisi tersebut tidak selalu muncul akibat rasa lelah.
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko sakit kepala, termasuk sakit kepala tegang dan migrain. Selain itu, kurang tidur dapat membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit.
“Baca Juga: Etomidate dalam Vape, Ini Bahaya bagi Kesehatan“
Kurang Tidur Dapat Memicu Sakit Kepala
Kurang tidur dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam menghadapi rasa sakit. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah merasakan nyeri.
Sakit kepala tegang dan migrain termasuk jenis sakit kepala yang sering berkaitan dengan kurang tidur. Namun, kedua jenis sakit kepala tersebut memiliki ciri berbeda.
Sakit kepala tegang biasanya menimbulkan nyeri ringan hingga sedang. Nyeri dapat muncul pada bagian atas, samping, atau belakang kepala.
Sementara itu, migrain biasanya menimbulkan nyeri lebih berat. Nyeri migrain juga sering muncul pada salah satu sisi kepala.
Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Selain nyeri, migrain dapat menyebabkan mual dan muntah.
Penderita migrain juga dapat menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara. Karena itu, lingkungan yang tenang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Orang Dewasa Membutuhkan 7-9 Jam Tidur
Kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi tubuh. Namun, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur yang cukup setiap malam.
Orang berusia 18-64 tahun membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur setiap malam. Sementara itu, orang berusia 65 tahun ke atas membutuhkan sekitar 7-8 jam.
Seseorang tidak selalu mengalami sakit kepala setelah tidur kurang dari waktu tersebut. Namun, kebiasaan kurang tidur dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.
Karena itu, seseorang perlu menjaga waktu tidur secara konsisten. Pola tidur yang teratur juga membantu tubuh menjalankan proses pemulihan.
Cara Meredakan Sakit Kepala Setelah Kurang Tidur
Beberapa cara sederhana dapat membantu seseorang meredakan sakit kepala setelah kurang tidur. Namun, cara tersebut perlu menyesuaikan jenis sakit kepala.
Kompres hangat atau dingin selama 5-10 menit dapat membantu meredakan sakit kepala tegang. Selain itu, pijatan lembut dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Olahraga ringan dan teknik relaksasi juga dapat membantu mengurangi ketegangan. Pengelolaan stres juga penting karena stres dapat memperburuk sakit kepala.
Sementara itu, penderita migrain dapat beristirahat di ruangan gelap dan tenang. Kompres dingin pada leher atau pijatan lembut pada dahi juga dapat membantu.
Obat pereda nyeri yang tersedia tanpa resep dapat membantu beberapa jenis sakit kepala. Namun, pengguna perlu mengikuti aturan penggunaan pada kemasan.
Pengguna juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi obat tertentu. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai.
Perbaiki Pola Tidur untuk Mencegah Sakit Kepala
Memperbaiki pola tidur dapat membantu mengurangi risiko sakit kepala akibat kurang tidur. Karena itu, seseorang perlu membangun kebiasaan tidur yang konsisten.
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat membantu tubuh mengenali waktu istirahat.
Selain itu, buat kamar tidur tetap gelap, tenang, sejuk, dan nyaman. Lingkungan tersebut dapat membantu tubuh bersiap menghadapi waktu tidur.
Hindari kafein, alkohol, dan nikotin beberapa jam sebelum tidur. Zat tersebut dapat mengganggu kualitas dan durasi tidur.
Batasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur. Sebagai gantinya, lakukan aktivitas santai seperti membaca atau meditasi.
Kapan Sakit Kepala Membutuhkan Pemeriksaan?
Sakit kepala yang sering muncul dapat menunjukkan masalah yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, jangan hanya mengandalkan obat untuk mengatasi keluhan berulang.
Konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter jika sakit kepala sering kambuh. Pemeriksaan juga penting jika nyeri terasa berat atau mengganggu aktivitas.
Dengan demikian, tidur cukup tidak hanya membantu tubuh terasa lebih segar. Pola tidur yang baik juga dapat membantu menjaga tubuh dari risiko sakit kepala.
“Baca Juga: Studi Ungkap AI Kesehatan Capai Akurasi Keamanan 98,8%“