Asbes Picu Kanker Paru, Benarkah Seng Juga Berbahaya

RS Satria Medika – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kasus kanker paru pada orang muda yang tidak merokok. Ia mengaitkannya dengan paparan asbes dan seng.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Acara tersebut berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.

Menurut Prabowo, penggunaan material tertentu dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Ia kemudian mengajak masyarakat mempertimbangkan kembali penggunaan bahan bangunan tradisional.

Namun, bukti ilmiah menunjukkan perbedaan antara asbes dan seng. Asbes memiliki hubungan kuat dengan kanker paru, sedangkan seng berkarat belum menunjukkan hubungan serupa.

“Baca Juga: Hoaks Gizi Anak di Media Sosial Jadi Sorotan“

Asbes Terbukti Meningkatkan Risiko Kanker Paru

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memasukkan asbes sebagai salah satu penyebab kanker. Paparan asbes juga dapat menyebabkan beberapa penyakit paru lainnya.

WHO menyebut kanker paru sebagai penyebab utama kematian akibat kanker secara global. Pada 2022, penyakit tersebut menyebabkan sekitar 2,5 juta kasus baru.

Kanker paru juga menyebabkan sekitar 1,8 juta kematian pada tahun yang sama. Selain rokok, WHO mencatat asbes sebagai salah satu faktor risiko penting.

Paparan asbes biasanya terjadi ketika seseorang menghirup serat asbes yang masuk ke udara. Material yang rusak dapat melepaskan serat tersebut dengan lebih mudah.

Karena itu, pekerja konstruksi dan industri tertentu menghadapi risiko paparan lebih tinggi. Risiko juga bergantung pada durasi dan tingkat paparan.

Asbes Rusak Perlu Mendapat Perhatian

Material yang mengandung asbes tidak selalu langsung menimbulkan masalah ketika masih utuh. Namun, kerusakan dapat meningkatkan kemungkinan serat masuk ke udara.

WHO menyarankan penghentian penggunaan semua jenis asbes untuk menghilangkan penyakit terkait asbes. Organisasi tersebut juga mendorong penggunaan bahan pengganti yang lebih aman.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak memotong, menghancurkan, atau mengganggu material asbes sembarangan. Penanganan material tersebut membutuhkan prosedur keselamatan yang tepat.

Seng Berkarat Belum Terbukti Menyebabkan Kanker

Berbeda dengan asbes, bukti ilmiah belum menunjukkan seng berkarat sebagai penyebab kanker paru.

Paparan seng dalam bentuk tertentu memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, risiko tersebut tidak sama dengan risiko kanker akibat asbes.

Karena itu, masyarakat perlu membedakan paparan seng dengan paparan asbes. Informasi mengenai kedua material tersebut tidak dapat disamakan.

Pernyataan mengenai seng juga membutuhkan konteks berdasarkan bentuk dan cara paparannya. Misalnya, pekerja dapat mengalami gangguan ketika menghirup asap seng oksida.

Namun, kondisi tersebut berbeda dengan paparan seng berkarat dari atap bangunan. Karena itu, masyarakat tidak perlu menyimpulkan bahwa karat seng menyebabkan kanker paru.

Kanker Paru Tidak Hanya Menyerang Perokok

Kanker paru memang dapat menyerang orang yang tidak merokok. WHO mencatat beberapa faktor risiko selain penggunaan tembakau.

Faktor tersebut mencakup asap rokok orang lain, polusi udara, radon, dan paparan di tempat kerja.

Selain itu, faktor genetik dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi risiko seseorang. Karena itu, dokter biasanya mempertimbangkan banyak faktor saat menilai risiko.

Kanker juga muncul melalui proses yang melibatkan berbagai faktor. WHO menjelaskan bahwa faktor genetik dapat berinteraksi dengan berbagai paparan dari lingkungan.

Dengan demikian, seseorang tidak otomatis mengalami kanker hanya karena terpapar satu material tertentu.

Mengapa Kasus pada Orang Muda Perlu Dikaji?

Peningkatan perhatian terhadap kanker paru pada usia muda membutuhkan kajian lebih lanjut. Peneliti perlu melihat berbagai faktor yang mungkin berperan.

Riwayat merokok, paparan asap rokok, polusi udara, pekerjaan, dan faktor genetik dapat memberikan pengaruh. Selain itu, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi risiko seseorang.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menghubungkan kanker paru dengan seng atau asbes. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui faktor yang relevan pada setiap pasien.

Kesimpulan: Asbes dan Seng Memiliki Risiko Berbeda

Bukti ilmiah menunjukkan hubungan kuat antara paparan asbes dan kanker paru. WHO juga menggolongkan asbes sebagai bahan yang dapat menyebabkan kanker.

Sementara itu, seng berkarat belum memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung dengan kanker paru.

Masyarakat tetap perlu berhati-hati ketika menangani material bangunan yang rusak. Namun, masyarakat juga perlu menggunakan informasi berdasarkan bukti ilmiah.

Kanker paru memiliki banyak faktor risiko selain rokok. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan paparan lingkungan, kondisi tempat kerja, dan kebiasaan hidup.

Jika seseorang mengalami batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau sesak napas, segera konsultasikan kondisi tersebut. WHO mencantumkan gejala tersebut sebagai beberapa tanda kanker paru.

“Baca Juga: Dehidrasi Picu Batu Saluran Kemih, Ini Alasannya“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *