RS Satria Medika – Menjaga kebugaran saat puasa sering terasa menantang. Banyak orang merasa ragu untuk berolahraga di bulan Ramadan. Perubahan pola makan dan tidur memengaruhi energi harian. Selain itu, tubuh tidak mendapat asupan cairan di siang hari.
Namun, olahraga tetap memberi manfaat besar saat puasa. Olahraga membantu menjaga stamina dan kekuatan otot. Tubuh juga tetap aktif dan tidak mudah lemas. Karena itu, Anda perlu mengatur waktu olahraga dengan tepat.
Influencer kesehatan, dr. Tirta Madinah Hudhi, membagikan tips penting soal waktu olahraga saat Ramadan. Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh berbeda. Oleh sebab itu, setiap orang perlu menyesuaikan waktu olahraga dengan kebutuhan pribadi.
“Baca Juga: Tips Atasi Kantuk Berlebihan Saat Puasa Pertama“
Sesuaikan Waktu Olahraga dengan Kondisi Tubuh
Dr. Tirta menegaskan bahwa tubuh manusia mampu beradaptasi. Jika Anda sudah terbiasa berolahraga sebelum Ramadan, Anda bisa tetap berlatih seperti biasa. Anda bisa memilih waktu pagi, sore, atau malam.
Namun, Anda harus mengatur makan dan minum dengan baik. Anda perlu memastikan tubuh mendapat cukup cairan saat sahur dan berbuka. Dengan cara itu, Anda bisa mencegah dehidrasi dan rasa lemas.
Selain itu, Anda juga perlu menyesuaikan intensitas latihan. Anda bisa memilih latihan ringan hingga sedang agar tubuh tetap nyaman. Dengan langkah ini, Anda tetap menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh.
Waktu Terbaik untuk Pemula Saat Ramadan
Sebaliknya, pemula perlu memilih waktu yang lebih aman. Dr. Tirta menyarankan pemula berolahraga mendekati waktu berbuka. Misalnya, Anda bisa berlatih 30 menit sebelum berbuka.
Pilihan lain, Anda bisa berolahraga satu jam setelah berbuka. Dengan cara ini, Anda bisa segera minum dan makan setelah latihan. Tubuh pun lebih cepat memulihkan tenaga dan cairan.
Selain itu, Anda perlu memulai dengan latihan ringan. Anda bisa memilih jalan santai, lari pelan, atau latihan beban ringan. Dengan latihan bertahap, tubuh akan beradaptasi lebih baik.
Waktu Olahraga Saat Puasa: Lakukan Eksperimen untuk Menemukan Waktu Nyaman
Dr. Tirta juga menyarankan setiap orang mencoba beberapa waktu latihan. Anda bisa mencoba latihan sore hari terlebih dahulu. Kemudian, Anda bisa mencoba latihan malam atau pagi hari.
Setelah itu, Anda bisa menilai reaksi tubuh. Anda perlu memperhatikan rasa lelah, haus, dan kualitas tidur. Dari hasil tersebut, Anda bisa menentukan waktu paling nyaman.
Selain menjaga waktu latihan, Anda juga perlu menjaga pola makan. Anda harus memilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka. Anda juga perlu minum air yang cukup sepanjang malam.
Dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa aktif selama Ramadan. Anda tidak perlu takut merasa lemas jika mengatur latihan dengan baik. Oleh karena itu, kenali kondisi tubuh Anda dan buat jadwal olahraga yang sesuai.
Dengan cara ini, Anda bisa menjalani puasa dengan tubuh yang tetap bugar dan berenergi.
“Baca Juga: Prevalensi Obesitas Naik, Ancaman Diabetes Menguat“