RS Satria Medika – Ahli kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan batuk berkepanjangan.
Peringatan ini penting terutama saat libur Tahun Baru yang padat aktivitas.
Tjandra Yoga Aditama, ahli kesehatan dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, menyampaikan imbauan tersebut.
Ia meminta masyarakat waspada terhadap batuk lebih dari dua pekan.
Menurutnya, batuk lama sering muncul di tengah keramaian liburan.
Karena itu, masyarakat perlu bersikap lebih peduli terhadap gejala awal.
“Baca Juga: Mengenal Superflu: 7 Fakta Penting untuk Kesehatan“
Gunakan Masker dan Segera Periksa Kesehatan
Tjandra menyarankan masyarakat segera memakai masker saat batuk berkepanjangan.
Langkah ini penting saat berada di tempat umum yang ramai.
Ia menegaskan batuk selama dua atau tiga minggu tidak boleh diabaikan.
Masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Tjandra juga mengingatkan obat batuk biasa tidak selalu menyelesaikan masalah.
Sakit Batuk yang tidak membaik perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Batuk Lama Bisa Menjadi Tanda Tuberkulosis
Batuk lebih dari dua pekan bisa menjadi tanda tuberkulosis atau TB.
Gejala ini sering muncul meski pasien sudah minum obat batuk.
Tjandra menjelaskan batuk akibat TB biasanya disertai dahak kental.
Warna dahak dapat kuning, hijau, atau bercampur darah.
Selain itu, pasien sering mengalami penurunan berat badan.
Gejala lain meliputi keringat malam dan tubuh mudah lelah.
Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting.
Pemeriksaan cepat membantu mencegah penularan penyakit.
Pentingnya Minum Obat TB Secara Teratur
Tjandra menekankan pentingnya pengobatan TB secara disiplin.
Pasien harus minum obat setiap hari sesuai anjuran.
Ia mengingatkan liburan tidak boleh menjadi alasan menghentikan pengobatan.
Pengobatan tidak teratur dapat menyebabkan kebal obat.
Kondisi tersebut membuat proses penyembuhan lebih sulit.
Karena itu, pasien perlu menjaga komitmen pengobatan.
Dinkes DKI Siagakan Layanan Kesehatan Selama Liburan
Selama libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan layanan kesehatan.
Sebanyak 44 puskesmas siap melayani masyarakat.
Selain itu, 31 Rumah Sakit Umum Daerah juga tetap beroperasi.
Layanan ini ditujukan untuk warga yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Dinkes DKI juga membuka posko kesehatan di berbagai lokasi.
Posko tersedia di stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan tempat wisata.
Batuk Lebih 2 Pekan: Posko Layani Cek Kesehatan Gratis
Posko kesehatan melayani program Cek Kesehatan Gratis paket cepat.
Program ini menyasar penumpang dan masyarakat umum.
Layanan mencakup skrining TB, kesehatan jiwa, dan kebiasaan merokok.
Petugas juga memeriksa aktivitas fisik masyarakat.
Selain itu, petugas melakukan pemeriksaan berat badan dan lingkar perut.
Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah juga tersedia.
Dinkes DKI berharap layanan ini meningkatkan kesadaran kesehatan.
Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas selama masa liburan.
“Baca Juga: Goreng Telur Tanpa Minyak, Cara Sederhana Kurangi Kalori“