RS Satria Medika – Beberapa makanan ternyata dapat memicu munculnya gejala asma pada anak. Dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp.Respi(K) dari UKK Respirologi IDAI mengingatkan hal ini dalam webinar Selasa (27/5/2025). Ia menjelaskan bahwa setiap anak memiliki sensitivitas berbeda terhadap makanan tertentu. Meski demikian, beberapa jenis makanan perlu diwaspadai karena berisiko memicu serangan asma.
“Baca Juga: Debt Collector Gadungan Rampas Motor, Ditangkap Polisi“
Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari
Wahyuni menyebut cokelat, MSG, makanan mengandung pengawet, serta makanan dan minuman dingin sebagai pemicu umum. Jenis-jenis ini tergolong hyperalergenik. Artinya, mereka mudah menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut dapat memperparah kondisi paru-paru anak yang memiliki asma. Meski tidak semua anak menunjukkan reaksi yang sama, penting bagi orang tua untuk mengenali pola pada anak masing-masing. Contohnya, ada anak yang aman mengonsumsi cokelat, namun anak lain langsung mengalami batuk atau sesak napas.
Lakukan Pemantauan Pola Konsumsi Anak
Orang tua perlu mencatat makanan yang dikonsumsi anak. Ketika anak menunjukkan gejala asma, perhatikan makanan terakhir yang dikonsumsi. Dengan begitu, pencetus gejala bisa dikenali dan dihindari sejak dini. Observasi ini sangat penting untuk mencegah serangan asma yang lebih serius.
Langkah Penting Mengendalikan Asma Anak
1. Berikan Obat Pengendali Secara Rutin
Anak yang mengalami asma perlu mendapat obat pengendali setiap hari. Terutama jika gejalanya muncul sering atau berulang. Pengobatan ini harus berlangsung minimal selama tiga bulan. Tujuannya adalah menjaga agar kondisi paru anak tetap stabil.
2. Evaluasi Medis Sebelum Menghentikan Obat
Jangan hentikan pengobatan tanpa petunjuk dokter. Meski anak terlihat sehat, evaluasi medis tetap diperlukan. Menghentikan obat secara tiba-tiba bisa menyebabkan gejala kambuh atau bertambah parah.
3. Kenali Tanda Serangan Sejak Dini
Gejala awal seperti batuk malam hari, napas berbunyi (mengi), atau sesak setelah bermain harus diwaspadai. Orang tua harus tanggap dan tidak mengabaikan tanda tersebut.
4. Siapkan Obat Darurat di Rumah
Sediakan inhaler dan spacer atau alat nebulizer di rumah. Alat ini sangat penting untuk menangani serangan asma secara cepat sebelum ke rumah sakit.
5. Segera Bawa ke Fasilitas Kesehatan Jika Perlu
Jika gejala tidak membaik setelah penanganan awal, segera bawa anak ke dokter. Penanganan cepat bisa mencegah komplikasi serius.
“Baca Juga: Ketua Komnas KIPI: Vaksin Penting Cegah Polio dan Hepatitis B“
Peran Orang Tua Sangat Penting
Menjaga asma anak tetap terkendali memerlukan kerjasama antara orang tua dan tenaga medis. Dengan pemantauan makanan, pengobatan yang konsisten, serta pengenalan gejala dini, anak tetap bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman.