RS Satria Medika – Menjalani puasa sering menurunkan energi tubuh pada siang hari. Tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan dan jam tidur. Akibatnya, rasa kantuk sering muncul saat aktivitas berlangsung.
Selain itu, perubahan jam biologis membuat tubuh sulit menjaga fokus. Tubuh juga tidak menerima asupan energi seperti hari biasa. Karena itu, banyak orang merasa lelah saat bekerja atau belajar.
Namun, Anda tetap bisa menjaga kewaspadaan tanpa membatalkan puasa. Anda hanya perlu menerapkan beberapa langkah sederhana. Berikut cara efektif mengurangi kantuk selama puasa.
“Baca Juga: Daging Olahan Tingkatkan Risiko Kanker, Ini Faktanya“
Tarik Napas Dalam untuk Tingkatkan Energi
Pertama, Anda bisa menarik napas dalam secara perlahan. Teknik ini membantu tubuh meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Oksigen yang cukup membuat otak bekerja lebih optimal.
Selain itu, napas dalam membantu menenangkan detak jantung. Tubuh menjadi lebih rileks dan pikiran terasa segar. Karena itu, Anda bisa kembali fokus pada pekerjaan.
Lakukan teknik ini selama beberapa menit. Anda bisa mengulanginya beberapa kali dalam sehari. Cara ini sangat praktis dan bisa dilakukan di mana saja.
Jalan Kaki Singkat untuk Bangkitkan Semangat
Selanjutnya, Anda bisa berjalan kaki selama 10 menit. Aktivitas ringan ini membantu melancarkan aliran darah. Darah yang mengalir lancar membawa oksigen ke otak dan otot.
Menurut penelitian Robert Thayer dari California State University, Long Beach, jalan kaki singkat meningkatkan energi hingga dua jam. Fakta ini menunjukkan bahwa gerakan sederhana memberi dampak besar.
Karena itu, Anda bisa berjalan di sekitar kantor atau kampus. Anda juga bisa memilih tangga daripada lift. Dengan begitu, tubuh tetap aktif meski sedang berpuasa.
Tidur Siang Singkat untuk Pulihkan Fokus
Jika kantuk terasa berat, Anda bisa tidur siang sejenak. Namun, Anda harus membatasi durasinya. Tidur terlalu lama justru membuat tubuh semakin lemas.
Pakar gangguan tidur, dr. Barry Krakow, menyarankan durasi 5 hingga 25 menit. Durasi ini membantu tubuh memulihkan energi tanpa mengganggu jam biologis.
Karena itu, atur alarm sebelum tidur siang. Anda bisa memanfaatkan waktu istirahat secara efektif. Setelah bangun, tubuh biasanya terasa lebih segar.
Mengobrol untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Selain bergerak, Anda bisa mengajak rekan mengobrol. Percakapan membantu otak tetap aktif. Otak yang aktif menjaga tingkat kewaspadaan.
Dr. Barry Krakow menyarankan topik pembicaraan yang cukup serius. Topik yang menantang membuat otak berpikir lebih fokus. Dengan begitu, rasa kantuk bisa berkurang.
Anda bisa berdiskusi tentang tugas, proyek, atau isu menarik. Aktivitas sosial ini juga memperbaiki suasana hati. Karena itu, produktivitas tetap terjaga selama puasa.
Istirahatkan Mata untuk Kurangi Lelah
Selanjutnya, Anda perlu mengistirahatkan mata dari layar. Paparan layar terlalu lama membuat mata cepat lelah. Mata yang lelah memperparah rasa kantuk.
Karena itu, alihkan pandangan setiap beberapa menit. Anda bisa melihat objek jauh atau menutup mata sejenak. Cara ini membantu mata kembali rileks.
Selain itu, Anda bisa mengatur posisi duduk yang nyaman. Dengan begitu, tubuh tidak mudah tegang saat bekerja.
Tips Atasi Kantuk Saat Puasa: Manfaatkan Cahaya untuk Jaga Konsentrasi
Terakhir, Anda perlu memperhatikan pencahayaan ruangan. Ruangan yang redup membuat tubuh semakin mengantuk. Sebaliknya, cahaya terang membantu meningkatkan kewaspadaan.
Anda bisa menyalakan lampu tambahan di meja kerja. Jika memungkinkan, Anda bisa mencari sinar matahari langsung. Cahaya alami membantu tubuh merasa lebih segar.
Karena itu, atur lingkungan kerja agar tetap terang. Lingkungan yang nyaman membantu Anda menjalani puasa dengan lebih produktif.
“Baca Juga: Inul Daratista Pingsan, Alami Gangguan Pencernaan“