RS Satria Medika – Tiga BUMN meluncurkan ekosistem wisata medis terpadu di Bali. Ketiganya ialah Indonesia Healthcare Corporation, InJourney Aviation Services, dan Bank Mandiri.
Mereka mengembangkan layanan tersebut di Bali International Hospital kawasan KEK Kesehatan Sanur. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar menarik pasien Indonesia.
Direktur Komersial Pertamina Bina Medika IHC, Harmeni Wijaya, memimpin kolaborasi tersebut. Ia menyatakan bahwa sinergi ini membangun fondasi bisnis baru wisata medis nasional.
“Baca Juga: Tips Aman Makan Pedas Saat Puasa Ramadhan“
IHC Kelola Rumah Sakit Berstandar Internasional
IHC mengelola Bali International Hospital sesuai standar global. Selain itu, manajemen menghadirkan dokter dari negara tujuan favorit pasien Indonesia.
Pemerintah mendorong langkah ini untuk menekan angka warga berobat ke luar negeri. Setiap tahun, sekitar dua juta warga Indonesia mencari layanan medis di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Mereka menyumbang devisa hingga Rp160 triliun bagi negara tujuan tersebut. Karena itu, IHC ingin menghadirkan layanan setara di dalam negeri.
Namun, persaingan dengan rumah sakit luar negeri tidak mudah. Oleh sebab itu, manajemen mengembangkan konsep wisata medis terpadu.
Layanan Terpadu dari Bandara hingga Pembayaran
IHC menggandeng IAS untuk mempermudah mobilitas pasien. IAS memulai layanan sejak sebelum pasien berangkat ke Bali.
Setelah itu, IAS mengatur penjemputan dan pendampingan di bandara. Kemudian, IAS memastikan pasien mendapat layanan nyaman hingga kembali pulang.
Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, menjelaskan peran timnya secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa IAS mendampingi pasien sejak awal perjalanan.
Sementara itu, Bank Mandiri menyediakan sistem pembayaran mudah dan aman. Bank juga menawarkan berbagai keuntungan finansial bagi pasien.
Dengan demikian, pasien mendapat kemudahan sejak membuat janji temu. Mereka juga menikmati transportasi terkurasi dan sistem pembayaran praktis.
Bank Mandiri Dukung Kampanye Nasional
Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Budi Purwanto, optimistis kolaborasi ini memberi hasil maksimal. Ia meyakini Bali mampu menarik pasien lokal dan mancanegara.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kampanye terpadu. Ketiga BUMN memanfaatkan jaringan masing-masing untuk mengenalkan layanan ini.
Budi berharap lebih banyak warga memilih berobat di Bali. Ia juga ingin wisatawan asing datang untuk layanan medis sekaligus berwisata.
Dengan lokasi di pusat pariwisata Indonesia, Bali menawarkan daya tarik tambahan. Pasien dapat menggabungkan pengobatan dengan pengalaman liburan.
Strategi Wisata Medis: Model Sinergi BUMN untuk Medical Tourism
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi BUMN yang terintegrasi. IHC mengelola layanan kesehatan, IAS mengatur konektivitas, dan Bank Mandiri mendukung transaksi keuangan.
Ketiga entitas tersebut membangun rantai layanan dari awal hingga akhir. Mereka menghubungkan rumah sakit, transportasi, dan pembayaran dalam satu sistem.
Selain itu, IAS mengajak tim melakukan evaluasi selama dua bulan pertama. Evaluasi tersebut membantu memperbaiki paket wisata medis secara berkala.
Ke depan, Bali International Hospital juga membuka peluang kerja sama dengan BUMN lain. Manajemen ingin menjangkau lebih banyak pasien dari berbagai daerah.
Melalui strategi ini, Indonesia memperkuat daya saing sektor kesehatan. Pada saat yang sama, sektor pariwisata berbasis medis ikut tumbuh.
Akhirnya, kolaborasi ini menargetkan dua tujuan sekaligus. Mereka ingin menahan devisa tetap di dalam negeri dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.