RS Satria Medika – Pemeriksaan mata tahunan atau screening retina berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Pemeriksaan ini membantu dokter menemukan tanda awal penyakit mata yang berisiko merusak penglihatan.
Screening retina disarankan untuk semua orang, terutama penderita penyakit tertentu seperti diabetes dan glaukoma. Pemeriksaan ini juga penting bagi siapa pun yang mulai mengalami penurunan penglihatan.
Seiring bertambahnya usia, fungsi retina akan menurun. Karena itu, pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan sejak dini. Banyak penyakit mata, seperti ablasio retina atau glaukoma, sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Tanpa pemeriksaan rutin, pengobatan bisa terlambat dilakukan.
“Baca Juga: Rahasia Sehat: Manfaat Rutin Makan Apel Setiap Hari“
Siapa yang Perlu Menjalani Screening Retina
Screening retina sangat disarankan untuk penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah retina dan menyebabkan kebutaan. Karena itu, pasien diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan mata minimal satu kali setiap tahun.
Penderita degenerasi makula, baik tipe basah maupun kering, juga perlu menjalani pemeriksaan rutin. Degenerasi makula basah terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah retina. Kondisi ini sering disertai faktor genetik dan usia, serta dapat menyebabkan kehilangan penglihatan lebih cepat.
Sementara itu, degenerasi makula kering terjadi akibat penumpukan sisa metabolisme sel di bawah retina. Gangguan ini menurunkan fungsi retina dan biasanya berkembang perlahan karena pengaruh usia, genetik, dan gaya hidup tidak sehat.
Selain itu, penderita glaukoma juga perlu rutin memeriksa retina. Penyakit ini muncul ketika cairan menumpuk di depan mata dan menekan saraf optik. Tekanan berlebih tersebut dapat merusak penglihatan secara permanen jika tidak ditangani segera.
Penggunaan Obat Tertentu Butuh Pengawasan Retina
Beberapa obat dapat menimbulkan risiko pada retina jika digunakan terlalu lama. Salah satunya adalah hydroxychloroquine, obat yang sering digunakan untuk mengobati penyakit radang sendi. Penggunaan jangka panjang dapat merusak retina dan mengganggu penglihatan. Karena itu, pasien yang mengonsumsi obat ini disarankan melakukan pemeriksaan retina secara rutin.
Screening retina juga penting bagi siapa pun yang merasakan penurunan penglihatan tanpa sebab jelas. Pemeriksaan menyeluruh membantu dokter mencari sumber gangguan tersebut.
Proses Pemeriksaan Retina yang Cepat dan Aman
Proses screening retina berlangsung singkat, hanya sekitar lima menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Dokter akan meneteskan obat ke mata pasien untuk melebarkan pupil. Langkah ini membantu dokter melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas.
Selanjutnya, pasien diminta meletakkan dagu dan dahi pada alat penyangga agar posisi kepala stabil. Dokter kemudian memindai retina menggunakan alat laser. Hasil gambar dari retina akan muncul di layar komputer untuk dianalisis.
Untuk pasien dengan degenerasi makula basah, dokter biasanya melakukan pemeriksaan tambahan bernama angiography fluorescein. Tes ini menggunakan zat pewarna khusus yang disuntikkan ke pembuluh darah lengan. Pewarna akan memperjelas tampilan pembuluh darah di retina, sehingga dokter dapat memeriksa kelainannya dengan lebih akurat.
Hasil Screening Retina dan Tindak Lanjut
Setelah pemeriksaan, pasien mungkin mengalami penglihatan kabur selama empat jam dan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Dokter biasanya menyarankan penggunaan kacamata hitam dan menghindari penggunaan softlens selama beberapa jam.
Hasil pemeriksaan membantu dokter melihat kondisi retina secara detail. Jika ditemukan kelainan, dokter akan menentukan langkah pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Kesimpulan, Siapa Screening Retina Tahunan
Screening retina tahunan merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah kebutaan. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan sejak dini, terutama bagi penderita diabetes, glaukoma, dan degenerasi makula. Dengan pemeriksaan rutin, penglihatan tetap terjaga dan kualitas hidup meningkat.
“Baca Juga: Waspadai Kanker Paru: Jenis dan Penyebab yang Perlu Diketahui“