RS Satria Medika – Protein Penting untuk Pertumbuhan: Protein memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Dokter spesialis gizi klinik, Pande Putu Agus Mahendra, menegaskan bahwa protein menjadi unsur penting terutama untuk anak dalam masa pertumbuhan.
“Baca Juga: Tips Sehat Cegah Nyeri Sendi Sejak Usia Muda“
Peran Protein dalam Tumbuh Kembang Anak
Protein adalah makronutrien utama yang berfungsi membentuk serta memperbaiki sel tubuh. Anak yang sedang tumbuh sangat membutuhkan protein untuk mendukung perkembangan otot dan organ.
Dokter Pande menjelaskan bahwa kekurangan asupan protein bisa meningkatkan risiko malnutrisi. Kondisi ini sering berhubungan dengan stunting, yaitu gangguan pertumbuhan pada anak.
Dampak Kekurangan dan Kelebihan Protein
Kekurangan protein bisa menimbulkan masalah serius pada kesehatan anak. Banyak kasus gizi buruk di Indonesia terjadi karena rendahnya konsumsi protein.
Namun, kelebihan protein juga tidak baik. Jika asupan berlebihan, organ tubuh seperti ginjal bisa terbebani. Karena itu, konsumsi protein sebaiknya tetap seimbang dengan nutrisi lain.
Kebutuhan Protein Berdasarkan Usia dan Aktivitas
Kebutuhan protein berbeda pada setiap orang. Anak-anak membutuhkan jumlah yang disesuaikan dengan usia dan berat badan. Rekomendasi ini mengikuti panduan WHO dan standar internasional.
Untuk orang dewasa, kebutuhan protein harian rata-rata berada di angka 0,8 hingga 1,2 gram per kilogram berat badan. Sementara itu, atlet atau individu dengan aktivitas tinggi bisa memerlukan 1,6 hingga 1,8 gram per kilogram berat badan.
Sumber Protein Hewani dan Nabati
Protein bisa diperoleh dari berbagai sumber makanan. Pangan hewani seperti ikan, telur, unggas, serta daging merah dan putih menjadi pilihan utama.
Namun, beberapa makanan laut memiliki risiko menimbulkan alergi. Protein parvalbumin pada ikan atau tropomiosin pada udang dan kerang dapat memicu reaksi tertentu. Bahkan, ikan populer seperti tuna, tongkol, salmon, hingga bandeng juga berpotensi menimbulkan alergi pada sebagian orang.
Selain hewani, protein juga terdapat pada bahan nabati. Kacang-kacangan kaya arginin, tetapi kandungan ini bisa memicu alergi pada individu tertentu. Tempe dan tahu menjadi alternatif protein nabati yang lebih aman.
Saran untuk Program Makan Bergizi Gratis
Dokter Pande menyarankan agar program penyediaan makanan massal seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan sumber protein aman. Telur, unggas, daging merah, daging putih, serta tempe dan tahu bisa menjadi pilihan utama.
Selain pemilihan bahan, pengawasan juga penting. Proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga evaluasi harian perlu diperhatikan. Hal ini karena reaksi alergi berbeda pada setiap anak.
Kesimpulan: Protein Penting untuk Pertumbuhan
Protein adalah nutrisi penting yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan protein bisa memicu malnutrisi, sedangkan kelebihan protein dapat membebani organ tubuh.
Dengan memilih sumber protein yang tepat dan aman, orang tua maupun program massal bisa mendukung kesehatan anak. Perhatian pada kebutuhan individu tetap penting, karena setiap anak memiliki respons berbeda terhadap makanan.