RS Satria Medika – Banyak orang langsung memikirkan perempuan ketika mendengar istilah pil KB. Pandangan tersebut sudah lama terbentuk di masyarakat.
Selama ini, program keluarga berencana memang lebih sering menargetkan perempuan. Akibatnya, masyarakat jarang membahas kontrasepsi untuk laki-laki.
Padahal, laki-laki juga memiliki pilihan untuk ikut bertanggung jawab dalam pengendalian kehamilan. Namun, sosialisasi tentang metode tersebut masih sangat terbatas.
Konten kreator kesehatan Farhan Zubedi menilai kondisi ini membuat beban kontrasepsi lebih banyak ditanggung perempuan. Ia menyampaikan hal tersebut melalui unggahan video di Instagram.
Farhan menjelaskan bahwa kontrasepsi perempuan sering menimbulkan beberapa efek samping. Banyak perempuan mengalami mual setelah menggunakan pil KB.
Selain itu, beberapa perempuan juga mengalami perubahan suasana hati yang tidak stabil. Sebagian lainnya bahkan mengalami kenaikan berat badan.
Farhan menilai kondisi tersebut membuat perempuan menanggung lebih banyak risiko dalam program keluarga berencana.
“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“
Pilihan Kontrasepsi untuk Laki-Laki Masih Terbatas
Di sisi lain, laki-laki hanya memiliki dua metode kontrasepsi yang umum dikenal. Pertama adalah penggunaan kondom saat berhubungan seksual.
Namun, metode ini masih memiliki kemungkinan kegagalan. Farhan menyebut tingkat kegagalan kondom mencapai sekitar 13 persen.
Metode kedua adalah vasektomi. Prosedur ini menghentikan jalur sperma dari testis menuju cairan semen.
Meski efektif, banyak laki-laki masih ragu menjalani vasektomi. Banyak orang menganggap prosedur tersebut bersifat permanen.
Karena alasan tersebut, sebagian laki-laki enggan menggunakan kontrasepsi. Akibatnya, tanggung jawab pengendalian kehamilan tetap lebih banyak berada pada perempuan.
YCT-529 Hadir sebagai Pil Kontrasepsi untuk Laki-Laki
Para peneliti kini mengembangkan kontrasepsi baru khusus untuk laki-laki. Salah satu inovasi tersebut bernama YCT-529.
Farhan menjelaskan bahwa pil ini bekerja dengan cara berbeda dari pil KB perempuan. Pil KB perempuan bekerja melalui hormon estrogen dan progesteron.
Hormon tersebut mencegah ovulasi sehingga sel telur tidak dilepaskan.
Sebaliknya, YCT-529 tidak menggunakan mekanisme hormonal. Pil ini tidak mengganggu hormon testosteron pada laki-laki.
Sebaliknya, pil ini menargetkan reseptor vitamin A di testis. Reseptor tersebut berperan penting dalam produksi sperma.
Vitamin A membantu proses pembentukan sperma di dalam testis. Proses tersebut dikenal sebagai produksi sperma.
YCT-529 bekerja dengan menahan reseptor vitamin A tersebut. Akibatnya, vitamin A tidak dapat menjalankan proses pembentukan sperma.
Ketika proses tersebut berhenti, tubuh tidak menghasilkan sperma untuk sementara waktu.
Efek Pil Bersifat Sementara dan Kesuburan Bisa Kembali
Farhan menegaskan bahwa efek pil ini tidak bersifat permanen. Laki-laki tetap dapat memiliki anak setelah berhenti mengonsumsi pil tersebut.
Produksi sperma akan kembali normal setelah pengguna menghentikan penggunaan pil. Oleh karena itu, metode ini menawarkan pilihan kontrasepsi yang lebih fleksibel.
Para peneliti juga sudah melakukan uji coba awal pada manusia. Hasil uji coba fase pertama menunjukkan pil ini aman digunakan.
Selain itu, para peserta uji coba juga dapat mentoleransi pil tersebut dengan baik.
Saat ini, para peneliti sedang menjalankan uji coba fase kedua. Peneliti memperkirakan fase tersebut selesai pada Juli 2026.
Jika penelitian berjalan lancar, YCT-529 berpotensi menjadi pilihan kontrasepsi baru bagi laki-laki.
Dengan demikian, tanggung jawab pengendalian kehamilan dapat dibagi secara lebih adil antara laki-laki dan perempuan.