RS Satria Medika – Vokalis band Element, Lucky Widja, meninggal dunia pada Minggu, 25 Januari 2026.
Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 49 tahun setelah berjuang melawan tuberkulosis ginjal.
Kabar duka ini mengejutkan banyak penggemar musik Indonesia.
Selain itu, rekan sesama musisi turut menyampaikan belasungkawa melalui berbagai platform media sosial.
Lucky diketahui menjalani perjuangan panjang melawan penyakit tersebut.
Ia menjalani perawatan intensif dalam beberapa tahun terakhir sebelum kondisinya memburuk.
“Baca Juga: IBD, Penyakit Radang Usus Kronis yang Sering Terabaikan“
Perjuangan Panjang Melawan TB Ginjal
Lucky menghadapi kondisi kesehatannya dengan keteguhan dan semangat.
Namun, penyakit yang ia derita terus berkembang dan memengaruhi fungsi ginjalnya.
Keluarga dan kerabat dekat terus mendampingi selama masa perawatan.
Meski demikian, kondisi tubuh Lucky akhirnya tidak mampu bertahan.
TB ginjal menjadi penyakit yang jarang disadari sejak awal.
Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisi tersebut saat memasuki tahap lanjut.
Mengenal Penyakit TB Ginjal
TB ginjal merupakan infeksi ginjal akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Bakteri ini menyebar ke ginjal melalui aliran darah dari organ lain.
Umumnya, TB ginjal muncul pada pasien yang pernah mengalami TB paru.
Namun, gejala penyakit ini dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal.
TB ginjal termasuk jenis tuberkulosis luar paru.
Penyakit ini membutuhkan pengobatan jangka panjang dan pengawasan ketat.
Menurut laporan Healthline, sekitar 5 hingga 45 persen kasus TB menyerang organ di luar paru.
TB ginjal menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari seluruh kasus TB luar paru.
Penyebab dan Faktor Risiko TB Ginjal
Bakteri Mycobacterium tuberculosis menjadi penyebab utama TB ginjal.
Bakteri tersebut menyebar lebih mudah saat daya tahan tubuh menurun.
Selain itu, riwayat TB paru meningkatkan risiko infeksi ginjal.
Kondisi kesehatan yang lemah juga mempercepat perkembangan penyakit.
Oleh karena itu, pasien dengan riwayat TB perlu melakukan pemeriksaan rutin.
Langkah ini membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.
Gejala TB Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Gejala TB ginjal berkembang secara perlahan dan sering tidak spesifik.
Pasien sering mengalami nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
Selain itu, pasien kerap buang air kecil lebih sering.
Urin bercampur darah juga menjadi tanda yang patut diwaspadai.
Beberapa pasien merasakan nyeri pinggang atau perut bagian bawah.
Demam ringan berkepanjangan dan penurunan berat badan sering menyertai kondisi ini.
Karena gejalanya mirip infeksi saluran kemih, banyak pasien terlambat menyadari penyakitnya.
Akibatnya, diagnosis sering terjadi pada tahap lanjut.
Mengenal TB Ginjal: Cara Diagnosis dan Pentingnya Deteksi Dini
Dokter melakukan diagnosis TB ginjal melalui pemeriksaan menyeluruh.
Pemeriksaan urine membantu mendeteksi keberadaan bakteri TB.
Selain itu, dokter melakukan tes darah untuk menilai kondisi tubuh.
Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan membantu melihat kerusakan ginjal.
Dokter juga menelusuri riwayat TB sebelumnya pada pasien.
Dengan deteksi dini, dokter dapat mencegah kerusakan ginjal permanen.
Oleh karena itu, kesadaran terhadap gejala awal menjadi langkah penting.
Langkah ini membantu menjaga fungsi ginjal dan kualitas hidup pasien.