RS Satria Medika – Sindrom mata kering terjadi ketika mata kekurangan pelumasan dari air mata.
Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata.
Selain itu, mata kering dapat merusak lapisan bening bola mata.
Kerusakan tersebut dapat mengganggu kualitas penglihatan.
Air mata mengandung air, garam, minyak, lendir, dan protein.
Semua komponen tersebut menjaga permukaan mata tetap halus.
Air mata juga melindungi mata dari debu dan kuman.
Oleh karena itu, keseimbangan air mata sangat penting.
“Baca Juga: Pasien Cuci Darah Capai 200 Ribu, Deteksi Dini Ginjal Penting“
Dry Eye Disease Banyak Dikeluhkan Pasien
Saat ini, banyak pasien mengeluhkan dry eye disease.
Keluhan tersebut meliputi mata kering, perih, dan penglihatan kabur.
Gejala ini sering mengganggu kenyamanan aktivitas harian.
Akibatnya, kualitas hidup pasien dapat menurun.
Sebuah studi oleh Lemp MA dan kolega meneliti 159 pasien mata kering.
Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Cornea.
Hasilnya menunjukkan 50 persen pasien mengalami evaporative dry eye.
Selain itu, 36 persen pasien mengalami mixed dry eye.
Sementara itu, 14 persen pasien mengalami aqueous deficient dry eye.
Temuan ini menunjukkan kebutuhan terapi yang lebih menyeluruh.
Kasus Mata Kering Tinggi di Kawasan Asia
Kondisi mata kering semakin relevan di kawasan Asia.
Wilayah ini mencatat prevalensi Meibomian Gland Dysfunction yang tinggi.
Angkanya berkisar antara 46 hingga 70 persen.
MGD menjadi penyebab utama evaporative dry eye.
Selain itu, faktor lingkungan turut memperburuk kondisi mata.
Suhu, kelembapan, dan kualitas udara berperan besar.
Karena itu, pendekatan terapi perlu menyesuaikan kondisi regional.
Dokter Temukan Gejala Mata Kering Semakin Umum
Menurut Patcharin Charmnoot, gejala mata kering sangat sering muncul.
Ia menyebut tiga dari empat pasien mengalami keluhan tersebut.
Berdasarkan temuan itu, tenaga medis memperluas pendekatan terapi.
Pendekatan ini bertujuan menangani gejala secara lebih menyeluruh.
Gejala Mata Kering yang Sering Dialami
Gejala mata kering muncul dengan tingkat keparahan berbeda.
>Gejala tersebut dapat menyerang satu atau kedua mata.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain mata merah.
Pasien juga merasakan panas dan sensasi berpasir.
Selain itu, mata bisa berair akibat iritasi.
Pasien sering merasa silau terhadap cahaya.
Penglihatan buram juga sering muncul.
Kondisi ini biasanya membaik setelah berkedip.
Lendir di sekitar mata juga sering terlihat saat bangun tidur.
Mata juga terasa cepat lelah.
Gejala tersebut memburuk saat menatap layar terlalu lama.
Lingkungan kering juga memperparah keluhan.
Penanganan Mata Kering Perlu Disesuaikan
Pengobatan mata kering bertujuan meredakan gejala.
Terapi juga perlu mengatasi penyebab utamanya.
Untuk gejala ringan, pasien dapat melakukan perawatan mandiri.
Langkah ini menjadi tahap awal penanganan.
Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica Juliwaty menyampaikan pilihannya.
Ia menilai Systane Complete Multi-Dose Preservative-Free cocok untuk pasien tertentu.
Produk ini membantu pasien dengan evaporative dry eye dan MGD.
Terapi MGD Dinilai Penting oleh Dokter Mata
MGD terjadi saat kelenjar meibom tidak bekerja optimal.
Akibatnya, lapisan minyak air mata tidak terbentuk sempurna.
Kondisi ini mempercepat penguapan air mata.
Keluhan mata kering pun muncul lebih sering.
Menurut Ratna Sitompul, terapi MGD membawa kemajuan klinis.
Ia menilai tetes mata khusus memberi kemudahan baru.
Dengan terapi tersebut, dokter dapat menyesuaikan kebutuhan pasien.
Pendekatan ini membantu hasil pengobatan menjadi lebih optimal.
“Baca Juga: Menkes Ajak Masyarakat Aktif Bergerak lewat Olahraga Lari“