RS Satria Medika – Sebagian pria Indonesia masih menilai perawatan kulit bukan kebutuhan utama.
Banyak pria baru memeriksakan kulit setelah dorongan orang terdekat.
Mereka sering datang ke dokter karena saran istri, ibu, atau pasangan.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia Cabang Jakarta, M. Akbar Wedyadhana, menyoroti kebiasaan ini.
Ia menyebut pria cenderung kurang memiliki kesadaran mandiri soal kesehatan kulit.
Namun, pola ini perlahan mulai berubah.
“Baca Juga: Mengenal Superflu H3N2: Fakta, Risiko, dan Pencegahannya“
Karakter Kulit Pria Berbeda dari Wanita
Dhana menjelaskan bahwa kulit wajah pria lebih tebal dan lebih berminyak.
Kondisi ini memengaruhi cara kulit bereaksi terhadap perawatan.
Karena itu, pria membutuhkan pendekatan skincare yang berbeda.
Masalah kulit yang sering muncul meliputi wajah berminyak dan jerawat.
Selain itu, banyak pria mengalami kulit kusam akibat aktivitas harian.
Paparan debu, polusi, dan sinar matahari memperburuk kondisi kulit.
Media Sosial Dorong Kesadaran Grooming Pria
Perkembangan media sosial mempercepat akses informasi perawatan kulit.
Banyak pria kini belajar skincare melalui konten digital.
Tren ini mendorong perubahan cara pandang terhadap grooming.
Dhana melihat peningkatan kesadaran di kalangan pria muda.
Pria sekarang tidak lagi menganggap perawatan kulit sebagai hal tabu.
Mereka mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak dini.
Produk Skincare Harus Aman dan Teruji
Dhana mengingatkan pentingnya memilih produk dengan formulasi aman.
Ia menekankan bahwa klaim pemasaran saja tidak cukup.
Produk harus melalui riset dan pengujian yang jelas.
Pendekatan berbasis penelitian membantu menentukan kecocokan produk.
Dengan cara ini, konsumen mendapat hasil yang lebih tepat.
Kulit pria membutuhkan solusi yang sesuai dengan karakter alaminya.
Brand Mulai Fokus pada Kebutuhan Kulit Pria
Seiring meningkatnya kesadaran, brand grooming mulai berinovasi.
Mereka menghadirkan produk khusus untuk kebutuhan pria Indonesia.
Salah satu contohnya adalah Kahf Decode.
Group Head of Brand Development PC and Innovation, Andrie Kurniarahman, menjelaskan visinya.
Ia ingin mengedukasi grooming pria melalui sains dan gaya hidup.
Pendekatan ini bertujuan membangun kebiasaan perawatan yang tepat.
Riset Ilmiah Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tim Kahf Decode melakukan penelitian bersama Universitas Gadjah Mada.
Studi ini membandingkan skincare pria dengan produk umum.
Penelitian tersebut menilai efektivitas produk secara objektif.
Andrie menyebut riset ini sebagai langkah strategis.
Ia ingin membangun kepercayaan konsumen berbasis data ilmiah.
Selain itu, edukasi publik menjadi tujuan utama inisiatif ini.
Perawatan Kulit Jadi Bagian Gaya Hidup Pria
Kesadaran grooming pria Indonesia terus berkembang.
Pria mulai melihat perawatan kulit sebagai investasi jangka panjang.
Perubahan ini menciptakan pola hidup yang lebih sehat.
Dengan informasi yang tepat, pria dapat merawat kulit secara mandiri.
Pendekatan ilmiah membantu mereka memilih produk yang sesuai.
Ke depan, grooming pria berpotensi menjadi kebiasaan umum di Indonesia.
“Baca Juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Menjaga Kesehatan Tubuh“