RS Satria Medika – Menstruasi atau haid sering menimbulkan gejala tidak nyaman seperti nyeri di perut bagian bawah, kram, dan perubahan suasana hati.
Bagi sebagian perempuan, gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan produktivitas.
Menurut Tejal, konsultan ginekolog di Ujaas, inisiatif dari Aditya Birla Education Trust, pola makan berperan penting selama masa haid.
Ia menjelaskan bahwa makanan tertentu dapat memperparah rasa sakit dan memperburuk kondisi tubuh.
Karena itu, perempuan perlu memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi selama periode menstruasi.
“Makanan yang terlihat sehat belum tentu baik untuk dikonsumsi saat haid,” kata Tejal seperti dilansir Hindustan Times, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan bahwa mengenali makanan yang sebaiknya dihindari dapat membantu siklus menstruasi berjalan lebih lancar.
“Baca Juga: Cara Aman Melindungi Kulit Anak dari Sinar UV dan Polusi“
1. Daging Merah Dapat Memicu Kram Lebih Parah
Daging memang sumber protein yang tinggi, tetapi sebaiknya dikurangi saat menstruasi.
Menurut Tejal, daging mengandung prostaglandin, yaitu senyawa yang dapat memicu kontraksi pada rahim.
Ketika kadar prostaglandin meningkat, kontraksi rahim menjadi lebih kuat sehingga rasa nyeri dan kram ikut bertambah.
Oleh karena itu, sebaiknya pilih sumber protein lain seperti ikan, telur, atau tahu yang lebih ringan untuk sistem pencernaan.
Mengurangi konsumsi daging selama haid juga membantu tubuh merasa lebih ringan dan tidak mudah lelah.
2. Makanan Olahan Picu Kembung dan Retensi Air
Makanan olahan mengandung lemak tinggi, garam berlebih, dan pengawet yang bisa memperparah gejala haid.
Tejal menjelaskan bahwa kandungan tersebut dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak air, sehingga perut terasa kembung.
Ia menyarankan agar perempuan menghindari makanan seperti keripik, camilan kemasan, mi instan, makanan cepat saji, dan daging olahan beku seperti sosis atau salami.
Sebagai gantinya, pilih makanan segar seperti sayuran, buah, dan biji-bijian yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
3. Pemanis Buatan Dapat Mengganggu Keseimbangan Hormon
Banyak orang memilih pemanis buatan untuk mengurangi asupan gula. Namun, pemanis buatan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memperburuk suasana hati.
Tejal menjelaskan bahwa beberapa jenis pemanis buatan juga dapat menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan ringan.
Untuk menjaga kestabilan hormon selama haid, lebih baik gunakan pemanis alami seperti madu atau gula kelapa dalam jumlah terbatas.
Selain lebih sehat, pemanis alami juga tidak menimbulkan lonjakan energi yang drastis.
4. Minuman Berkafein Perburuk Kram dan Ganggu Tidur
Banyak perempuan memilih kopi atau teh untuk menambah energi saat menstruasi.
Namun, minuman berkafein justru dapat memperparah rasa kram karena menyempitkan pembuluh darah.
Efek ini membuat aliran darah ke rahim berkurang, sehingga rasa nyeri semakin kuat.
Tejal menegaskan bahwa teh hijau juga mengandung kafein dan dapat memberikan efek serupa.
Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga bisa mengganggu waktu istirahat yang penting untuk pemulihan tubuh selama haid.
Sebagai gantinya, pilih minuman herbal seperti teh jahe atau air hangat dengan lemon yang dapat membantu meredakan nyeri dan meningkatkan sirkulasi darah.
Kesimpulan: Hindari Makanan dari Nyeri Haid
Makanan dan minuman yang dikonsumsi saat menstruasi berpengaruh besar terhadap kenyamanan tubuh.
Menghindari daging merah, makanan olahan, pemanis buatan, dan minuman berkafein dapat membantu mengurangi nyeri dan kram.
Dengan memilih makanan yang tepat dan menjaga pola hidup seimbang, perempuan dapat melewati masa menstruasi dengan lebih nyaman dan bertenaga.
“Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Bantu Redakan Stres dan Jaga Kesehatan Jantung“