RS Satria Medika – Gas Air Mata: Penggunaan gas air mata kembali menjadi sorotan setelah insiden di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya akan memeriksa peristiwa tersebut.
Di sisi lain, Ketua Majelis Kehormatan PDPI Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut gas air mata mengandung banyak bahan berbahaya. Beberapa di antaranya adalah chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), hingga dibenzoxazepine (CR).
Gas air mata bisa menyebabkan mata berair, kulit terasa terbakar, hingga sesak napas. Dalam kasus tertentu, paparan berat bahkan bisa berujung pada kematian. Karena itu, setiap orang perlu mengetahui cara melindungi diri dari paparan gas air mata.
“Baca Juga: Bahaya Kesehatan Pasca Banjir: 6 Penyakit Mengintai“
Gunakan Perlengkapan Pelindung
Peserta aksi kerap mengenakan kacamata renang atau masker kain basah. Perlengkapan ini bukan sekadar gaya, melainkan upaya melindungi diri.
Masker wajah atau bandana besar dapat menutupi hidung hingga dagu. Kacamata hitam, kacamata renang, atau masker gas bisa melindungi mata dari partikel kimia.
Selain itu, kenakan pakaian tertutup yang menutupi kulit, sepatu kokoh, dan nyaman. Dengan begitu, tubuh lebih terlindungi sekaligus tetap bisa bergerak cepat.
Hindari Lensa Kontak dan Riasan
Penggunaan lensa kontak berbahaya saat terkena gas air mata. Lensa bisa menjebak partikel kimia dan memperparah iritasi mata.
Riasan wajah, terutama eyeliner di sekitar mata, juga meningkatkan risiko. Bahan kimia mudah menempel pada make-up sehingga iritasi semakin buruk. Untuk alasan itu, sebaiknya hindari lensa kontak dan riasan saat berpotensi terpapar.
Bergerak ke Tempat Lebih Tinggi
Gas air mata lebih berat dari udara sehingga asap cenderung turun ke tanah. Cara paling efektif untuk mengurangi paparan adalah segera bergerak ke udara segar.
Cari tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik agar napas lebih lega. Jika berada di lapangan, bergeraklah ke posisi lebih tinggi karena asap menumpuk di bawah. Bila terjebak di ruangan, segera tinggalkan gedung untuk mencari udara bersih.
Segera Ganti Pakaian dan Bilas Tubuh
Jika tubuh sudah terpapar, segera ganti pakaian dan bersihkan diri. Gunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tubuh.
Bilas mata dengan air bersih selama 10 hingga 15 menit bila terasa perih. Buang lensa kontak dan jangan digunakan kembali.
Masukkan pakaian terkontaminasi ke dalam kantong plastik ganda. Jangan menyentuh pakaian tersebut langsung dengan tangan tanpa pelindung. Setelah itu, berikan pakaian kepada tim kesehatan atau darurat untuk penanganan lebih aman.
Kesimpulan: Gas Air Mata Cara Aman Terkena
Gas air mata mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan. Risiko yang muncul meliputi iritasi mata, sesak napas, hingga dampak fatal.
Setiap orang perlu mengetahui cara melindungi diri, mulai dari memakai perlindungan, menghindari lensa kontak, bergerak ke tempat tinggi, hingga membersihkan tubuh setelah terpapar. Dengan langkah sederhana ini, risiko paparan gas air mata bisa berkurang.