Ciri Tuberkulosis yang Perlu Anda Waspadai Sejak Awal

RS Satria Medika – Tuberkulosis atau TB muncul karena bakteri yang menyerang paru-paru. Penyakit ini berkembang melalui beberapa tahap. Setiap tahap menunjukkan gejala berbeda. Karena itu, setiap orang perlu mengenali gejalanya sejak awal.

“Baca Juga: Risiko Protein Berlebih bagi Jantung Usia 55 Tahun Ke Atas“


Tahap Infeksi TB Primer

Infeksi TB primer terjadi ketika bakteri masuk ke paru-paru dan mulai berkembang. Sistem kekebalan tubuh sering mengendalikan bakteri tersebut. Banyak orang tidak merasakan gejala pada tahap ini.

Namun, sebagian orang mengalami keluhan ringan. Gejala tersebut meliputi demam ringan, batuk, atau kelelahan. Tubuh juga dapat menunjukkan gejala seperti flu. Oleh karena itu, setiap orang perlu waspada saat mengalami keluhan tersebut.


Tahap Infeksi TB Laten

Infeksi TB laten muncul setelah tahap primer. Sistem kekebalan tubuh mengurung bakteri dalam jaringan paru-paru. Bakteri tetap hidup tetapi tidak berkembang. Tubuh tetap sehat selama daya tahan tetap kuat.

Orang dengan TB laten tidak menunjukkan gejala. Mereka juga tidak menularkan TB kepada orang lain. Meski demikian, kondisi ini membutuhkan pemantauan dokter. Hal ini penting karena bakteri dapat kembali aktif.


Penyakit TB Aktif

TB aktif muncul ketika sistem kekebalan tubuh tidak lagi mengendalikan bakteri. Bakteri berkembang dan menyerang paru-paru atau organ lain. Kondisi ini dapat muncul setelah infeksi primer atau setelah bertahun-tahun infeksi laten.


Gejala TB Aktif di Paru-Paru

Gejala TB aktif biasanya berkembang perlahan. Kenali Gejala tersebut juga memburuk dalam beberapa minggu. Tubuh menunjukkan banyak keluhan khas TB.

Berikut gejala yang sering muncul:

  • Batuk selama tiga minggu atau lebih.
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
  • Batuk berdarah atau berdahak.
  • Demam dan menggigil setiap malam.
  • Kelelahan dan badan lemah.
  • Hilang nafsu makan dan turunnya berat badan.
  • Tubuh terasa tidak nyaman sepanjang hari.

Gejala tersebut menandai perkembangan bakteri dalam paru-paru. Karena itu, pemeriksaan dokter menjadi langkah penting.


Gejala TB Ekstrapulmonal

TB ekstrapulmonal terjadi ketika bakteri menyebar ke organ lain. Penyebaran ini dapat mencapai kelenjar getah bening, ginjal, tulang belakang, atau selaput otak. Setiap lokasi menunjukkan gejala berbeda.

Gejala umum tetap muncul. Tubuh mengalami demam, keringat malam, dan kelelahan. Berat badan juga turun secara bertahap.

Gejala lokasi tertentu juga muncul. Seseorang dapat mengalami nyeri punggung saat bakteri menyerang tulang belakang. Ginjal yang terinfeksi dapat menimbulkan darah pada urin. Kelenjar getah bening juga dapat membengkak dan berubah warna. TB pada laring dapat menyebabkan suara serak.


Tubuh memberikan banyak tanda ketika infeksi TB berkembang. Setiap orang perlu mengenali tanda tersebut sejak awal. Pemeriksaan dokter membantu menghentikan penyebaran TB dengan cepat dan tepat.

“Baca Juga: Bahaya Soda Harian: 4 Risiko Kesehatan yang Mengintai“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *