6 Operasi Plastik Berisiko Tinggi yang Perlu Dihindari

RS Satria Medika – Operasi plastik kini semakin populer di berbagai kalangan. Banyak orang memilih prosedur ini untuk memperbaiki penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, tidak semua tindakan kosmetik aman jika dilakukan tanpa pertimbangan medis. Risiko komplikasi tetap ada, terutama jika pasien hanya mengikuti tren.

Dr. Sepideh Saber, dokter bedah plastik bersertifikat di Los Angeles, menyoroti hal ini. Ia menegaskan pentingnya keselamatan pasien di atas keinginan estetika.

Menurut Dr. Saber, beberapa prosedur memiliki risiko tinggi. Ia tidak merekomendasikan prosedur tersebut karena potensi komplikasi serius.

“Baca Juga: Penyebab Kesemutan Setelah Duduk Lama Menurut Medis“

Implan Otot Berisiko Mengubah Bentuk Tubuh

Implan otot sering menarik perhatian orang yang ingin tubuh atletis instan. Banyak pasien memilih implan bisep atau betis tanpa olahraga.

Namun, Dr. Saber menilai prosedur ini berisiko tinggi. Implan dapat bergeser atau bahkan pecah seiring waktu.

Akibatnya, bentuk tubuh terlihat tidak alami. Pasien juga sering membutuhkan operasi tambahan untuk memperbaiki hasil.

BBL Volume Besar Bisa Mengancam Nyawa

Brazilian Butt Lift atau BBL memindahkan lemak ke area bokong. Prosedur ini populer karena hasilnya terlihat alami.

Namun, BBL dengan volume lemak besar sangat berbahaya. Lemak dapat masuk ke pembuluh darah dan memicu fat embolism.

Kondisi ini dapat menyumbat paru-paru atau jantung. Risiko tersebut membuat Dr. Saber tidak menyarankan BBL berlebihan.

Implan Bokong Menyimpan Risiko Saraf

Sebagian orang memilih implan bokong karena kekurangan lemak tubuh. Prosedur ini menggunakan implan silikon.

Sayangnya, pemasangan implan dapat merusak saraf sciatic. Kerusakan ini dapat menyebabkan nyeri kronis atau gangguan gerak.

Selain itu, hasil implan sering terlihat kaku. Tampilan bokong juga tampak kurang alami saat bergerak.

Filler Wajah Permanen Picu Masalah Jangka Panjang

Filler permanen menarik perhatian karena hasilnya tahan lama. Namun, bahan seperti silikon tidak dapat terurai tubuh.

Dr. Saber memperingatkan risiko besar dari filler permanen. Bentuk wajah dapat berubah seiring proses penuaan alami.

Filler juga sulit diangkat jika muncul masalah. Dalam banyak kasus, pasien memerlukan tindakan korektif yang kompleks.

Operasi Mata Tidak Alami Berisiko Tinggi

Tren cat eye dan fox eye semakin populer di media sosial. Prosedur ini biasanya menggunakan teknik benang.

Namun, teknik tersebut dapat merusak saraf di sekitar mata. Risiko lain mencakup gangguan penglihatan dan asimetri wajah.

Selain itu, hasilnya sering tidak bertahan lama. Beberapa pasien kehilangan efeknya dalam hitungan minggu.

Thread Lift Tidak Selalu Memberi Hasil Ideal

Thread lift sering dianggap prosedur ringan tanpa operasi besar. Banyak orang memilihnya untuk mengencangkan wajah.

Namun, hasil thread lift sulit diprediksi. Efeknya juga cepat memudar dibanding prosedur lain.

Jika dilakukan berulang, prosedur ini dapat memicu jaringan parut. Dr. Saber menilai ada pilihan lain yang lebih aman.

6 Operasi Plastik Berisiko: Konsultasi Medis Jadi Kunci Keamanan

Setiap prosedur kosmetik tetap memiliki risiko. Risiko ini berlaku untuk tindakan bedah maupun non-bedah.

Dr. Saber menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter bersertifikat. Pasien perlu memahami manfaat dan potensi bahaya.

Keputusan terbaik lahir dari pertimbangan medis yang matang. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.

“Baca Juga: Kapan Anak Siap Masuk Sekolah? Ini Penjelasan Dokter Anak“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *