RS Satria Medika – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin D dapat memperlambat proses penuaan biologis. Penelitian ini dilakukan oleh Haidong Zhu dan tim, serta dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition pada 2025.
“Baca Juga: Nasib 1.411 Guru P1 Jateng Terkatung Tanpa Formasi“
Melansir Medical News Today, para peneliti menemukan bahwa suplemen vitamin D mampu memperlambat pemendekan telomer di sel darah putih. Telomer yang lebih pendek membuat sel berhenti membelah, sehingga mempercepat penuaan. David Cutler, dokter di Providence Saint John’s Health Center, menjelaskan bahwa kondisi ini berkontribusi pada munculnya penyakit yang berkaitan dengan usia.
Analisis Studi dan Efek Vitamin D
Penelitian ini menggunakan data dari studi VITAL. Studi ini melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa di Amerika Serikat. Peserta mengonsumsi vitamin D3, omega-3, keduanya, atau plasebo selama lima tahun.
Peneliti mengambil sampel darah peserta pada awal, dua tahun, dan empat tahun setelah studi dimulai. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi vitamin D memiliki pemendekan telomer yang lebih lambat dibanding kelompok plasebo. Sementara itu, omega-3 tidak menunjukkan efek serupa.
Efek Lebih Besar pada Peserta Tertentu
Subanalisis menunjukkan bahwa efek vitamin D lebih kuat pada peserta non-kulit putih dan yang tidak menggunakan obat kolesterol. Sebaliknya, indeks massa tubuh dan konsumsi omega-3 tidak berdampak besar terhadap panjang telomer.
Para peneliti memperkirakan bahwa konsumsi vitamin D dapat memperlambat penuaan biologis hingga tiga tahun. Namun, mereka menyebutkan bahwa hasil ini masih bersifat eksploratif dan perlu penelitian lebih lanjut.
Pandangan Ahli dan Risiko Konsumsi Berlebih
Dr. Yoshua Quinones dari Medical Offices of Manhattan menyatakan bahwa temuan ini bisa mengarah pada pedoman medis baru untuk pencegahan penyakit. Namun, ia menekankan pentingnya konfirmasi lewat studi lanjutan.
Meskipun hasilnya menjanjikan, para ahli mengingatkan risiko konsumsi vitamin D berlebih. Vitamin D yang larut dalam lemak bisa menumpuk di tubuh. Dosis aman harian adalah 2.000 IU. Dosis berlebih dapat merusak ginjal dan memicu efek samping lain.
Keterbatasan Studi yang Perlu Diperhatikan
Studi ini memiliki beberapa keterbatasan. Sebagian besar peserta berusia 50 tahun ke atas dan berasal dari kelompok kulit putih. Selain itu, analisis telomer dilakukan setelah studi berjalan, bukan sebagai tujuan utama.
Sekitar 37 persen data tindak lanjut juga hilang pada tahun keempat. Hal ini bisa mengurangi kekuatan analisis dan keakuratan hasil akhir.
“Baca Juga: Saraf Terjepit Bisa Terjadi di Usia Muda, Cek Faktanya“
Kesimpulan
Vitamin D berpotensi menjadi suplemen penting dalam memperlambat penuaan. Namun, penggunaan jangka panjang harus disertai pemantauan dosis dan studi lanjutan. Penemuan ini membuka peluang besar bagi dunia medis dan kesehatan pencegahan.