El Nino Berpotensi Datang, Indonesia Perlu Waspada
RS Satria Medika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi perubahan cuaca penting. Indonesia berpotensi memasuki fase El Nino dalam waktu dekat.
Kondisi ini dapat membuat musim kemarau datang lebih cepat. Selain itu, cuaca akan terasa lebih panas dan kering.
Indra Gustari dari BMKG menjelaskan prediksi terbaru. Ia menyebut kondisi atmosfer masih netral hingga pertengahan 2026.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi perubahan di paruh kedua tahun. Peluang El Nino lemah hingga moderat mencapai 50 hingga 80 persen.
“Baca Juga: Masuk Usia 30-an? Jangan Abaikan Latihan Kekuatan“
Isu El Nino Ekstrem Perlu Disikapi Bijak
Beberapa orang membahas istilah El Nino “Godzilla”. Istilah ini menggambarkan kondisi El Nino yang sangat kuat.
Namun, BMKG menegaskan istilah tersebut tidak termasuk kategori ilmiah resmi. Selain itu, peluang El Nino sangat kuat pada 2026 tergolong kecil.
Indra menyebut kemungkinan tersebut berada di bawah 20 persen. Meski begitu, masyarakat tetap perlu waspada.
Ia menekankan musim kemarau tahun ini bisa lebih panjang. Selain itu, kondisi cuaca berpotensi lebih kering dari biasanya.
Udara Kering Picu Gangguan Pernapasan
Saat musim kemarau, udara menjadi lebih kering. Kondisi ini langsung memengaruhi kesehatan tubuh.
Dokter Josue Limage menjelaskan dampak utama pada sistem pernapasan. Udara kering dapat memicu asma, bronkitis, dan sinusitis.
Selain itu, udara kering meningkatkan risiko mimisan. Kondisi ini juga membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi.
Udara kering juga mengganggu fungsi lendir dalam tubuh. Lendir menjadi lebih kering dan kurang efektif menangkap kuman.
Akibatnya, risiko flu dan infeksi meningkat. Tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.
Dampak Lain yang Sering Tidak Disadari
Selain pernapasan, udara kering memengaruhi banyak bagian tubuh. Dampaknya sering muncul tanpa disadari.
Pertama, mata menjadi kering dan mudah iritasi. Kondisi ini terjadi karena kurangnya cairan pelindung.
Kedua, tenggorokan terasa gatal dan sakit. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung berkurang.
Selain itu, banyak orang mengalami sakit kepala. Kombinasi dehidrasi dan iritasi sinus memicu kondisi ini.
Mulut juga bisa terasa kering karena kehilangan kelembapan. Bahkan, telinga dapat terasa tidak nyaman akibat lapisan kering.
Kulit dan Pencernaan Juga Terpengaruh
Udara kering juga memengaruhi kondisi kulit. Kulit menjadi kencang, kering, dan mudah iritasi.
Selain itu, bibir sering pecah-pecah karena kurangnya kelembapan alami. Kondisi ini terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas.
Tubuh yang kekurangan cairan juga memengaruhi pencernaan. Banyak orang mengalami sembelit saat dehidrasi.
Selain itu, kondisi seperti eksim bisa memburuk. Alergi musiman juga bisa terasa lebih berat.
Udara Kering Bisa Memicu Stres
Udara kering tidak hanya berdampak fisik. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental.
Gangguan seperti batuk dan tenggorokan gatal dapat mengganggu tidur. Akibatnya, tubuh menjadi lelah dan kurang bertenaga.
Kurang tidur menurunkan motivasi untuk beraktivitas. Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan stres.
Tubuh yang lelah juga memengaruhi keseimbangan detak jantung. Kondisi ini berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Kesimpulan: Siapkan Tubuh Hadapi Musim Kering
El Nino berpotensi membawa dampak luas bagi kesehatan. Udara kering menjadi faktor utama berbagai masalah.
Karena itu, masyarakat perlu mulai bersiap sejak sekarang. Anda bisa menjaga asupan cairan setiap hari.
Selain itu, gunakan pelembap untuk menjaga kulit dan saluran pernapasan. Anda juga perlu menjaga pola hidup sehat.
Dengan langkah sederhana, Anda bisa mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau.
“Baca Juga: Kemenkes Imbau Waspada Campak di Fasilitas Kesehatan“