Fiskal Era Prabowo-Gibran: Makan Siang Gratis Stabil

rssatriamedika.co.id – Pemerintahan Indonesia terus melanjutkan upayanya untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan menerapkan kebijakan fiskal yang hati-hati. Sebagai bagian dari transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto, berbagai program dan kebijakan yang sudah ada akan tetap dilanjutkan. Salah satunya adalah program makan siang gratis yang dicanangkan Prabowo yang bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat tanpa menimbulkan defisit anggaran yang signifikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang kebijakan ini serta bagaimana pemerintah berencana untuk menjaga kesinambungan dan stabilitas ekonomi di masa depan.

” Baca Juga: Mengatasi Tekanan Industri Tekstil: Diversifikasi dan Pengawasan “

Kebijakan Makan Siang Gratis dan Stabilitas Fiskal

Grace Natalie, Staf Khusus Presiden, baru-baru ini menegaskan bahwa program makan siang gratis yang dirancang oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto tidak akan mempengaruhi defisit anggaran secara negatif. Pernyataan ini muncul setelah rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran seperti Sufmi Dasco dan Thomas Djiwandono. Grace menyatakan bahwa Prabowo berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3%, selaras dengan kebijakan fiskal yang berhati-hati yang telah diterapkan oleh pemerintahan Jokowi.

Menurut Grace, kebijakan fiskal yang stabil ini akan memastikan bahwa program makan bergizi gratis dapat dilaksanakan tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan. Program ini dianggap sebagai perpanjangan dari upaya yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi selama satu dekade terakhir. Yang fokus pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, kesinambungan kebijakan dari pemerintahan Jokowi ke pemerintahan Prabowo diharapkan dapat terwujud.

Baca Juga :   Kebakaran Mobil di Tol Layang MBZ: Kronologi dan Dampak

Mengatasi Kekhawatiran Pelaku Ekonomi

Grace juga menegaskan bahwa kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para pelaku ekonomi. Terkait dampak program makan siang gratis terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tidak beralasan. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk melanjutkan program kemasyarakatan yang telah sukses diimplementasikan oleh Jokowi. Dan tidak akan menyebabkan lonjakan defisit yang mengkhawatirkan. Bahkan, anggaran untuk program makanan bergizi gratis ini telah diatur dalam RAPBN 2025 sebesar Rp71 triliun. Yang telah diumumkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Komitmen untuk APBN yang Sehat

Airlangga Hartarto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Agar tetap berada dalam batas aman seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Keuangan Negara. Hal ini mencakup pengelolaan defisit anggaran dengan kisaran 2,29-2,82% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk memastikan APBN yang sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, program makan siang gratis yang sudah dialokasikan dalam anggaran RAPBN tidak akan mengganggu stabilitas fiskal yang telah dibangun.

” Baca Juga: Tantangan dan Solusi Industri Tekstil Indonesia “

Kesimpulan

Dengan adanya program makan siang gratis yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk melanjutkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Melalui koordinasi yang efektif antara pemerintah dan tim sinkronisasi Prabowo-Gibran. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tanpa mengganggu stabilitas ekonomi. Keberlanjutan kebijakan fiskal dari pemerintahan Jokowi ke pemerintahan Prabowo menjadi bukti nyata. Bahwa upaya untuk menciptakan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan akan terus dilakukan.