Blusukan Sudaryono di Pasar Rejowinangun

Rssatriamedika.co.id – Sudaryono, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, melakukan kunjungan langsung atau blusukan ke Pasar Rejowinangun di Kota Magelang pada Sabtu, 8 Juni 2024. Selama kunjungannya, ia membeli berbagai komoditas pangan seperti tempe, sayuran, cabai rawit, dan ikan bandeng. Kemudian dibagikan kepada masyarakat setempat. Sudaryono, yang merupakan mantan ajudan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto. Ia juga menyempatkan diri untuk menikmati minuman jamu di salah satu lapak pedagang. Selain itu, rombongannya membagikan kipas tangan dan stiker bergambar dirinya dengan keterangan “Calon Gubernur Jawa Tengah.”

” Baca Juga: Serangan Israel terhadap Sekolah di Jalur Gaza “

Tanggapan Pedagang dan Masyarakat

Asmiyah, seorang pedagang cabai rawit berusia 65 tahun. Merasa senang karena dagangannya dibeli olehnya sebanyak 3 kilogram dengan total harga Rp 90.000. Cabai-cabai tersebut dibagi dalam bungkus berukuran 0,5 kg dan dibagikan kepada pengunjung pasar. “Alhamdulillah saya senang. Harganya Rp 30 ribu per kilogram,” ungkap Asmiyah.

Sudaryono dan Kegiatan Blusukannya

Sudaryono menjelaskan bahwa setiap kali mengunjungi kabupaten atau kota untuk bertemu dengan pengurus Partai Gerindra. Ia selalu meluangkan waktu untuk menyambangi pasar. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya terkait dengan wacana pencalonannya sebagai gubernur Jawa Tengah pada Pilkada 2024. Tetapi merupakan bagian dari rutinitasnya. “Terlepas urusan nyalon gubernur atau tidak, sebetulnya ini tetap akan saya laksanakan. Kebetulan, saya diperintah untuk maju. Ya, (blusukan ini) sekalian lah (mengenalkan diri kepada masyarakat),” jelas Sudaryono.

Tantangan Pedagang Tradisional dan Inisiatif Sudaryono

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono menilai pedagang di pasar tradisional, terutama yang bergerak di bidang sandang, menghadapi tantangan besar saat bersaing dengan jual beli daring. Untuk mengatasi tantangan ini, Ia berencana memberikan pelatihan kepada pedagang yang usianya sudah lanjut agar mereka bisa berjualan secara online di berbagai marketplace. “Itu yang sedang kami pikirkan bagaimana caranya pedagang yang usianya sudah sepuh juga mendapatkan pelatihan jualan online di marketplace,” tambahnya.

Baca Juga :   Wukuf Di Arafah Dan Meninggalnya Tiga Jemaah Haji

” Baca Juga: Morten Hjulmand: Target Utama MU di Bursa Transfer Musim ini “

Dengan langkah-langkah ini, Ia berusaha mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar tradisional. Blusukan yang dilakukan bukan hanya untuk memperkenalkan dirinya sebagai calon gubernur, tetapi juga sebagai bentuk perhatian nyata terhadap masalah yang dihadapi pedagang tradisional dalam era digital saat ini.