Waspadai Krisis Hipertensi dan Gejala Tekanan Darah Tinggi

RS Satria Medika – Krisis hipertensi merupakan kondisi darurat medis ketika tekanan darah melonjak tajam hingga 180/120 mmHg atau lebih.
Dokter Santi, Health Management Specialist Kompas Gramedia, menjelaskan bahwa kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak organ vital dan memicu komplikasi yang membahayakan nyawa.

“Baca Juga: Huawei Siap Rilis Laptop Layar Lipat Pertamanya

Dua Jenis Krisis Hipertensi yang Perlu Diketahui

Krisis hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi urgensi dan hipertensi emergensi.
Hipertensi urgensi tidak menyebabkan kerusakan organ tetapi tetap menimbulkan gejala yang mengganggu.
Gejala yang muncul antara lain sakit kepala hebat, sesak napas, mual, muntah, cemas berlebihan, dan mimisan.

Jenis ini memerlukan penyesuaian pengobatan tetapi tidak selalu membutuhkan penanganan di ruang gawat darurat.
Sebaliknya, hipertensi emergensi menandakan telah terjadi kerusakan organ vital seperti otak, jantung, ginjal, atau mata.
Gejalanya bisa berupa stroke, gagal jantung, gagal ginjal, pembengkakan paru, hingga kebutaan.
Hipertensi emergensi wajib ditangani segera di rumah sakit dengan tindakan agresif.

Krisis Hipertensi Dapat Menyebabkan Komplikasi Berat

Krisis hipertensi meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan stroke perdarahan.
Darah yang keluar akan menekan jaringan otak dan menyebabkan kerusakan permanen.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian.

Selain stroke, tekanan darah ekstrem juga dapat menyebabkan serangan jantung dan gagal jantung mendadak.
Organ ginjal juga rentan rusak, sehingga menyebabkan gagal ginjal akut yang memerlukan cuci darah darurat.
Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur hingga kebutaan juga bisa terjadi akibat tekanan tinggi pada pembuluh darah di mata.

Faktor Risiko yang Memicu Krisis Hipertensi

Dokter Santi menjelaskan bahwa krisis hipertensi paling sering terjadi pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol.
Banyak pasien tidak rutin mengonsumsi obat atau bahkan tidak sadar bahwa mereka menderita hipertensi.
Beberapa faktor lain yang dapat memicu krisis hipertensi antara lain:

  • Penggunaan narkoba seperti kokain dan methamphetamine
  • Penyakit ginjal, gagal jantung, stroke, dan preeklampsia pada kehamilan
  • Stres berat dan kecemasan ekstrem
  • Penggunaan obat tertentu seperti dekongestan, pereda nyeri, dan kortikosteroid
  • Gangguan hormon seperti tumor adrenal dan sindrom Cushing

Faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi garam, konsumsi alkohol berlebih, merokok, dan diabetes juga memperparah risiko.

“Baca Juga: Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Stunting Nasional

Waspadai Tanda-Tanda Krisis Hipertensi

Krisis hipertensi tidak selalu disertai gejala, tetapi beberapa tanda peringatan perlu diwaspadai.
Segera periksa ke dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala seperti:

  • Sakit kepala sangat hebat
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada atau dada terasa ditekan
  • Kesulitan bernapas
  • Mual dan muntah tiba-tiba
  • Pingsan atau penurunan kesadaran
  • Kejang atau bingung mendadak

Penanganan cepat sangat penting agar komplikasi dapat dicegah dan kondisi pasien bisa stabil kembali.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *