RS Satria Medika – Plastik Bisa Picu Penyakit Liver, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari membawa risiko besar bagi kesehatan. Salah satu dampaknya adalah gangguan pada fungsi liver atau hati. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik dan nanoplastik bisa masuk ke tubuh manusia.
“Baca Juga: Plastik Ancam Kesehatan, Termasuk Ganggu Jantung“
Zat plastik ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Organ hati kemudian menerima partikel tersebut lewat aliran darah. Organ ini memiliki fungsi menyaring racun dan benda asing dari tubuh.
Namun, ketika empedu dan darah telah terkontaminasi mikroplastik, liver juga menyerap zat tersebut. Kontaminasi ini dapat memicu kerusakan serius pada sel hati.
Selain Plastik Bisa Picu Penyakit Liver Juga Mengganggu Fungsi Mitokondria dan Merusak DNA
Mikroplastik yang masuk ke liver menghasilkan senyawa oksigen reaktif dalam tubuh. Senyawa ini menyerang membran mitokondria. Padahal, mitokondria berperan penting dalam menjaga kestabilan DNA dan energi sel.
Kerusakan pada mitokondria dapat membuat sel-sel hati bekerja tidak normal. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu berbagai penyakit liver yang kronis.
Mikroplastik Picu Peradangan dan Gangguan Sistem Imun
Mengutip National Library of Medicine, mikroplastik dan nanoplastik dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel hati. Zat ini merangsang enzim lisosom yang mendorong penghancuran sel.
Selain itu, partikel plastik juga memicu peningkatan sitokin. Sitokin adalah senyawa yang memunculkan peradangan dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan, peradangan ini bisa menyebar dan menurunkan daya tahan tubuh secara menyeluruh.
Kerang dan Makanan Laut Paling Rentan Terkontaminasi
Menurut Healthline, makanan laut menjadi sumber utama kontaminasi mikroplastik. Kerang termasuk hewan laut yang paling sering mengandung partikel plastik dalam tubuhnya.
Manusia mengonsumsi kerang dengan seluruh bagian tubuhnya, termasuk sistem pencernaannya. Inilah yang menyebabkan mikroplastik langsung berpindah ke tubuh manusia saat dikonsumsi.
Kurangi Risiko dengan Mengubah Pola Konsumsi
Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko kontaminasi plastik pada tubuh. Pertama, kurangi konsumsi makanan laut, khususnya kerang. Kedua, hindari memasak makanan menggunakan kemasan plastik.
Memanaskan makanan dalam wadah plastik bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam makanan. Gunakan wadah dari kaca atau logam sebagai pengganti plastik.
Ketiga, pilih makanan dalam kemasan bebas plastik. Menggunakan produk organik dan ramah lingkungan membantu mengurangi paparan mikroplastik.
Gaya Hidup Bebas Plastik Bantu Jaga Kesehatan
Mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari adalah langkah sederhana tapi berdampak besar. Gunakan kantong kain, botol minum stainless, dan peralatan dapur bebas plastik.
“Baca Juga: 24 Suspek HIV Ditemukan di Pasar Janti Ponorogo“
Dengan mengurangi sampah plastik, kita turut menjaga lingkungan dan kesehatan jangka panjang. Mikroplastik tidak terlihat, tapi dampaknya sangat nyata bagi tubuh manusia.