RS Satria Medika – Yayasan Kanker Indonesia bekerja sama dengan MSD Indonesia menggelar pameran seni Understanding Cancer Through Art.
Kegiatan ini memperingati Hari Kanker Sedunia 2026.
Pameran tersebut menampilkan puluhan karya seni dari penyintas kanker dan caregiver.
Kolaborasi ini menghadirkan ruang aman bagi para pejuang kanker.
Melalui seni, mereka menyampaikan pengalaman hidup secara jujur dan personal.
Kegiatan ini juga mengajak publik memahami kanker secara lebih manusiawi.
“Baca Juga: Kemenkes Tanggapi Pasien Cuci Darah BPJS Nonaktif“
Tema United by Unique Angkat Kisah Personal Pasien
Ketua Umum YKI, Aru Wisaksono Sudoyo, menjelaskan makna tema United by Unique.
Tema ini menonjolkan keunikan setiap pasien kanker.
Setiap kisah hadir melalui lukisan dan tulisan yang penuh makna.
Aru menilai setiap pasien memiliki perjalanan berbeda.
Namun, seni menyatukan pengalaman itu dalam satu ruang empati.
Karena itu, pameran ini sejalan dengan pesan Hari Kanker Sedunia.
Seni Membuka Ruang Harapan dan Pemulihan Emosi
Aru menegaskan penyembuhan tidak hanya terjadi di ruang perawatan.
Ia menyebut penyembuhan juga tumbuh di ruang harapan.
Seni membantu pasien menghadapi rasa takut dan kesepian.
Melalui melukis, menari, dan bernyanyi, pasien menemukan kembali suaranya.
Mereka menjaga martabat dan makna hidupnya.
Selain itu, seni menjadi bagian penting dari perjalanan melawan kanker.
Aru menambahkan seni meringankan beban emosi pasien.
Setiap orang mengekspresikan perasaan dengan cara berbeda.
Namun, karya seni menyatukan keunikan itu secara kuat.
Pameran Dorong Dukungan Publik dan Empati Sosial
Pameran ini meningkatkan kesadaran publik tentang peran penyintas kanker.
Penyintas tetap memiliki harapan, keinginan, dan mimpi.
Mereka juga menjadi bagian aktif dari masyarakat.
Kegiatan ini mengajak masyarakat memberi dukungan nyata.
Selain itu, pameran mengingatkan pentingnya ruang apresiasi.
Kehidupan dengan kanker tidak hanya berisi pengobatan.
Kreativitas membantu pasien menyalurkan emosi secara sehat.
Dengan begitu, beban perasaan dapat berkurang.
Pendekatan ini memperkuat kesehatan mental pasien.
Edukasi Pencegahan dan Pentingnya Deteksi Dini
YKI memanfaatkan pameran sebagai sarana edukasi publik.
Organisasi ini mendorong pencegahan kanker secara kolektif.
Deteksi dini menjadi fokus utama pesan edukasi.
Aru menekankan fasilitas kesehatan saja tidak cukup.
Masyarakat perlu mengenali kanker sejak stadium awal.
Langkah ini meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Selain itu, perawatan suportif dan paliatif juga penting.
Pendekatan menyeluruh membantu kualitas hidup pasien.
MSD Indonesia Angkat Pesan Tidak Berjuang Sendirian
External Affairs Director MSD Indonesia, Dudit Triyanto, menjelaskan tujuan pameran.
Ia menyebut tema No One Should Face Cancer Alone.
Tema ini mengangkat perjalanan dan harapan penyintas.
Dudit berharap pameran mendorong kepedulian masyarakat.
Ia juga berharap pasien merasa tidak sendirian.
Dukungan sosial menjadi kekuatan penting bagi mereka.
Empat Zona Pameran Gambarkan Perjalanan Pasien
Pameran berlangsung di MGP Space SCBD Jakarta.
Acara ini digelar pada 4–8 Februari 2026.
Pameran terbagi ke dalam empat zona perjalanan.
Zona pertama menggambarkan fase diagnosis.
> Zona kedua menampilkan proses berbagi dan mendengarkan.
Zona ketiga menunjukkan perubahan perspektif penerimaan.
Zona terakhir menegaskan kekuatan keluarga dan komunitas.
Pameran menampilkan 40 lukisan dari berbagai aliran.
Selain itu, terdapat 23 karya tulis dan lima fotografi.
Seluruh karya menegaskan satu pesan kuat.
Kanker bukan perjuangan yang harus dijalani sendirian.
“Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Payudara dengan 5 Langkah Sederhana“