RS Satria Medika – Supraventricular Tachycardia (SVT) adalah gangguan irama jantung dengan detak sangat cepat. Kondisi ini bisa menyerang anak muda maupun orang dewasa.
“Baca Juga: Gempa M4,6 Guncang Gunungsitoli, Dipicu Sesar Megathrust“
Menurut dr. Dony Yugo Hermanto dari RS Siloam TB Simatupang, SVT yang tidak ditangani bisa menyebabkan gagal jantung, stroke, bahkan kematian.
Mengenal Jenis Aritmia
Gangguan Irama Jantung Terbagi Menjadi Tiga Jenis
Aritmia terbagi menjadi tiga jenis utama. Pertama, tachycardia atau detak jantung lebih cepat dari normal. Kedua, bradycardia atau detak jantung lebih lambat. Ketiga, flutter atau detak jantung tidak beraturan.
SVT termasuk dalam jenis tachycardia karena detaknya jauh melebihi normal, terutama saat sedang istirahat.
Cara Mengukur Detak Jantung Normal
Cukup Hitung Denyut Nadi Selama 15 Detik, Lalu Kalikan Empat
Untuk mengetahui detak jantung, hitung denyut nadi selama 15 detik. Kemudian kalikan angka tersebut dengan empat untuk hasil per menit.
Berikut kisaran detak jantung normal berdasarkan usia saat istirahat atau aktivitas:
- Bayi baru lahir: 100–160 bpm
- Anak 1–3 tahun: 80–130 bpm
- Remaja ≥15 tahun: 60–100 bpm
- Dewasa 20–35 tahun: 95–170 bpm (saat aktivitas)
- Usia ≥60 tahun: 80–130 bpm (saat aktivitas)
Ciri-Ciri dan Penyebab SVT
SVT Bisa Muncul Mendadak, Bahkan Saat Sedang Duduk
SVT menyebabkan detak jantung lebih dari 150 denyut per menit. Gejalanya berupa jantung berdebar, dada tidak nyaman, atau pusing.
Pemicunya bisa berasal dari perubahan struktur jantung karena usia atau bawaan sejak lahir. SVT bisa muncul tiba-tiba dan berlangsung dua sampai tiga jam.
Risiko Komplikasi SVT
SVT yang Dibiarkan Bisa Sebabkan Pingsan, Stroke, Hingga Kematian Mendadak
Jika tidak segera ditangani, SVT dapat menyebabkan komplikasi serius. Tiga risiko utamanya yaitu:
- Pingsan karena detak jantung terlalu cepat
- Kematian mendadak jika detak jantung mencapai 300 bpm
- Atrial fibrillation yang berisiko menyebabkan gagal jantung dan stroke
Pengobatan SVT: Prosedur Ablasi
Dokter Gunakan Energi Radio untuk Hentikan Jalur Listrik Abnormal
Ablasi adalah prosedur medis untuk menghentikan irama jantung abnormal. Dokter akan menghancurkan jaringan listrik yang bermasalah menggunakan energi frekuensi radio.
Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di paha menuju jantung. Prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan antara 90 hingga 95 persen.
Risiko dan Teknologi Pendukung Ablasi
Risiko Terbesar Terjadi Jika Jaringan Dekat Jalur Listrik Utama
Jika jaringan bermasalah terlalu dekat dengan jalur listrik utama, risiko gangguan jantung bisa meningkat. Dokter mungkin akan memasang alat pacu jantung jika jalur utama ikut terkena panas.
Selain itu, area paha tempat masuknya kateter bisa membengkak pasca tindakan.
Prosedur ablasi biasanya memakai pemetaan jantung dua dimensi. Namun, teknologi tiga dimensi memberikan visualisasi lebih akurat dan mendalam.
“Baca Juga: Waspadai Krisis Hipertensi dan Gejala Tekanan Darah Tinggi“
Kesimpulan:
SVT adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan komplikasi berat jika dibiarkan. Waspadai gejalanya dan periksakan diri ke dokter bila merasakan detak jantung tak normal.
Prosedur ablasi adalah solusi medis yang efektif dan aman untuk mengatasi SVT secara permanen.