RS Satria Medika – Konsultan Bedah Kolorektal Hospital Picaso Malaysia, dr Luqman Mazlan, pernah menangani pasien kanker kolorektal berusia 20 tahun. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut terjadi pada kondisi yang sangat jarang. Ia menegaskan bahwa pasien itu mengalami kanker karena faktor keturunan yang kuat.
dr Luqman menjelaskan bahwa faktor genetik memang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Pasien muda biasanya jarang terkena kanker ini. Namun, faktor keturunan dapat mempercepat munculnya kanker sejak usia belasan atau awal 20 tahun.
“Baca Juga: Bahaya Soda Harian: 4 Risiko Kesehatan yang Mengintai“
Faktor Risiko Kanker Kolorektal pada Pria
dr Luqman menyebut bahwa pria memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal. Ia menambahkan bahwa perubahan gaya hidup juga memengaruhi peningkatan kasus.
Beberapa faktor risiko penting antara lain:
- Konsumsi makanan olahan berlebihan
- Pola makan rendah sayuran
- Kebiasaan makan daging merah
- Gaya hidup tidak sehat
- Kurang olahraga
dr Luqman mengatakan bahwa kanker kolorektal kini menjadi jenis kanker paling umum pada pria di Malaysia. Ia melihat peningkatan kasus dalam dua dekade terakhir seiring perubahan pola makan.
Kasus Kanker Kolorektal Kian Banyak pada Usia Muda
Dulu, kanker kolorektal biasanya muncul pada pria berusia di atas 50 tahun. Namun, dokter kini menemukan banyak kasus pada usia 20–30 tahun. Lonjakan ini membuat dokter lebih waspada dalam memeriksa pasien muda yang mengalami keluhan pencernaan.
dr Luqman menilai bahwa gaya hidup modern memberi pengaruh besar. Banyak anak muda mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari. Mereka juga jarang berolahraga sehingga metabolisme tubuh melemah. Kebiasaan tersebut meningkatkan risiko kanker pada usia dini.
Penanganan Medis Gunakan Teknologi Lebih Modern
Dalam praktiknya, dr Luqman menggunakan berbagai metode modern untuk menangani pasien. Ia memakai laparoskopi 3D untuk membantu melihat struktur tubuh dengan lebih detail. Ia juga memakai program pemulihan cepat untuk mempercepat proses penyembuhan.
Prosedur robotic menjadi pilihan untuk memberikan hasil lebih akurat. Teknologi ini membantu dokter melakukan operasi dengan luka minimal. Pasien dapat pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas tanpa gangguan berarti.
dr Luqman menganggap teknologi tersebut sangat membantu. Ia menilai bahwa metode modern dapat meningkatkan kualitas hidup pasien setelah operasi.
Pentingnya Pemeriksaan Dini untuk Mencegah Risiko
dr Luqman mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan sehat. Ia menyarankan agar orang mengurangi daging merah dan makanan olahan. Dia juga meminta masyarakat memperbanyak konsumsi sayuran dan buah.
Ia menekankan pentingnya olahraga rutin setidaknya tiga kali seminggu. Aktivitas fisik membantu menjaga pencernaan dan mengurangi risiko kanker kolorektal.
Selain itu, ia menegaskan bahwa orang dengan riwayat keluarga harus lebih waspada. Mereka perlu menjalani pemeriksaan rutin sejak usia muda. Pemeriksaan dini dapat mendeteksi kanker sebelum berkembang lebih jauh.
Kesimpulan
Kanker kolorektal kini muncul pada usia yang lebih muda. Gaya hidup tidak sehat dan faktor keturunan menjadi penyebab utama. Pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat dapat mencegah risiko penyakit ini.
“Baca Juga: Kenali Bahaya Kolesterol Tinggi seperti yang Dialami Mudy“