Deteksi Dini Kanker Paru Sebelum Muncul Gejala

RS Satria Medika – Kanker paru masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia, khususnya pada pria. Sementara itu, pada perempuan, kanker paru menempati peringkat keenam penyebab kematian.

“Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter

Yang mengkhawatirkan, pengidap kanker paru di Indonesia kini semakin muda. Rata-rata pasien perempuan terdiagnosis pada usia 58 tahun. Di luar negeri, usia rata-rata diagnosis adalah 68 tahun. Ini menunjukkan selisih 10 tahun lebih cepat.

Deteksi Dini Lebih Baik daripada Menunggu Gejala

Menurut dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P(K), deteksi dini sangat penting untuk memperbesar peluang kesembuhan. Namun, banyak orang belum sadar bahwa kanker paru bisa terdeteksi sebelum gejala muncul.

Gejala umum seperti batuk, sesak napas, atau berat badan turun sering dianggap biasa. Padahal, gejala itu bisa menjadi tanda penyakit serius. Karena itu, pemeriksaan sejak dini sangat disarankan.

Siapa Saja yang Berisiko?

Ada beberapa kelompok yang masuk kategori berisiko tinggi terkena kanker paru. Mereka adalah:

  • Orang berusia di atas 45 tahun.
  • Perokok aktif atau pasif.
  • Pekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia.
  • Penderita fibrosis paru atau riwayat tuberkulosis.
  • Orang dengan riwayat keluarga pengidap kanker.

Meski kanker paru bukan penyakit keturunan, risiko lebih tinggi jika ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker.

Peran Pemeriksaan LDCT

Dr. Linda Masniari, Sp.P(K), menekankan pentingnya skrining pada orang berisiko tinggi. Pemeriksaan dengan foto rontgen (thoraks) hanya mendeteksi benjolan berukuran lebih dari 3 cm.

Kini, metode Low Dose CT Scan (LDCT) lebih disarankan. LDCT mampu mendeteksi nodul kecil yang tidak terlihat di rontgen biasa. Pemeriksaan ini lebih sensitif dan aman karena menggunakan radiasi dosis rendah.

LDCT juga bisa menurunkan angka kematian akibat kanker paru hingga 24 persen. Pemeriksaan ini tersedia di rumah sakit tipe C ke atas.

Kapan Harus Waspada?

Jika seseorang mengalami batuk lebih dari dua minggu, disertai pusing atau penurunan berat badan, segera lakukan pemeriksaan. Terutama jika berusia di atas 45 tahun dan memiliki kebiasaan merokok.

Kadang, tanda kanker paru menyerupai TB paru. Jika pengobatan TB selama enam bulan tidak membuahkan hasil, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dan biopsi perlu dilakukan.

“Baca Juga: Duduk Terlalu Lama Picu Penyusutan Otak, Ini Faktanya

Kesimpulan

Deteksi dini menjadi kunci utama mencegah kematian akibat kanker paru. Jangan tunggu sampai muncul gejala parah. Pemeriksaan LDCT menjadi alat skrining andalan untuk menemukan kanker sejak dini.

Jika kamu merasa berisiko atau punya gejala mencurigakan, segera konsultasikan ke dokter paru. Kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga sejak sekarang.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *