Sering Sendawa Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya

RS Satria Medika – Bersendawa setelah makan merupakan hal yang wajar. Kebiasaan ini membantu tubuh mengeluarkan udara berlebih dari saluran pencernaan. Namun, sendawa yang muncul terus-menerus sepanjang hari bisa menandakan masalah kesehatan tertentu.

Mengutip Hindustan Times, sendawa berlebihan dapat berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau gangguan pencernaan. Karena itu, seseorang perlu memperhatikan frekuensi sendawa dan gejala lain yang menyertainya.

Dokter Sandip Pal, Konsultan Senior Gastroenterologi Intervensi dan Hepatologi, menjelaskan bahwa sendawa umumnya terjadi ketika seseorang mengeluarkan udara yang tertelan. Meski begitu, kondisi yang berlangsung terus-menerus terkadang membutuhkan pemeriksaan medis.

“Baca Juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kenali Gangguan Jiwa“

1. Mengapa Seseorang Sering Bersendawa?

Sendawa membantu tubuh mengeluarkan udara dari saluran pencernaan melalui mulut. Menurut dr. Pal, seseorang rata-rata dapat bersendawa sekitar 30 kali sehari.

Namun, beberapa kebiasaan dan kondisi tertentu dapat meningkatkan frekuensi sendawa. Berikut sejumlah penyebab yang perlu kamu ketahui.

  • Makan dan minum terlalu cepat: Kebiasaan ini membuat seseorang menelan lebih banyak udara.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman tertentu: Minuman berkarbonasi dapat meningkatkan jumlah gas dalam saluran pencernaan.
  • Mengalami stres dan kecemasan: Kondisi ini dapat memengaruhi pola pernapasan dan kebiasaan menelan udara.
  • Menelan udara secara berlebihan: Kebiasaan tertentu dapat membuat udara masuk ke saluran pencernaan lebih banyak.

Selain faktor tersebut, gangguan pencernaan juga dapat memicu sendawa berulang. Karena itu, seseorang perlu memperhatikan apakah keluhan muncul bersama gejala lainnya.

2. Kapan Sendawa Perlu Mendapat Perhatian Medis?

Sesekali bersendawa biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, sendawa yang berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapat perhatian.

Dr. Pal menyarankan masyarakat memperhatikan sejumlah tanda bahaya yang dapat menyertai keluhan tersebut, antara lain:

  • Nyeri yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Kesulitan menelan makanan atau minuman.
  • Perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Demam, kelelahan, atau tubuh terasa lemah.
  • Perubahan nafsu makan.

Jika kamu mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih lagi, perdarahan saluran pencernaan atau kesulitan menelan membutuhkan pemeriksaan medis segera.

3. Cara Mengurangi Sendawa Berlebihan

Kamu dapat memulai dengan mengubah kebiasaan makan dan minum sehari-hari. Pertama, makanlah secara perlahan agar kamu tidak menelan terlalu banyak udara.

Kedua, batasi minuman berkarbonasi jika minuman tersebut memicu sendawa. Selanjutnya, perhatikan makanan yang membuat perut terasa kembung atau meningkatkan produksi gas.

Selain itu, kelola stres dengan melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks. Langkah ini dapat membantu jika kecemasan turut memicu kebiasaan menelan udara.

Namun, perubahan kebiasaan tidak selalu menyelesaikan masalah. Jika sendawa terus berlangsung, semakin parah, atau mengganggu kegiatan sehari-hari, mintalah saran dokter.

Kesimpulan

Sendawa merupakan respons alami tubuh, tetapi frekuensi yang berlebihan dapat berkaitan dengan kebiasaan tertentu atau gangguan pencernaan. Karena itu, perhatikan pola kemunculan sendawa dan gejala lain yang menyertainya.

Kamu dapat mencoba memperlambat makan, membatasi minuman berkarbonasi, dan mengelola stres. Namun, jangan menunda pemeriksaan medis jika sendawa disertai tanda bahaya atau tidak kunjung membaik.

“Baca Juga: Urine Jernih Belum Tentu Bebas Risiko Batu Ginjal“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *