Cara Turunkan Berat Badan yang Sehat dan Tepat

RS Satria Medika – Banyak orang ingin memiliki berat badan ideal. Namun, banyak juga yang gagal mencapai hasil maksimal. Sebagian orang sudah menjalani diet ketat, tetapi berat badan tidak turun signifikan. Selain itu, beberapa orang justru terlihat terlalu kurus dan kurang sehat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Caleb Leonardo, menjelaskan strategi yang lebih tepat. Ia membagikan panduannya melalui akun Instagram @dok.calebspko. Menurutnya, seseorang perlu menurunkan berat badan dengan cara yang terkontrol dan seimbang. Dengan cara ini, tubuh tetap terlihat segar dan berisi.

“Baca Juga: Tips Atasi Kulit Kering Selama Puasa Ramadan“

Lakukan Defisit Kalori Secara Terukur

Pertama, seseorang perlu melakukan defisit kalori. Defisit kalori berarti seseorang mengonsumsi kalori lebih sedikit dari kebutuhan harian tubuh. Dengan cara ini, tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.

Dr. Caleb mengutip penelitian yang menerapkan pengurangan sekitar 500 kalori per hari. Para peserta tetap makan dengan pola teratur. Namun, mereka mengurangi jumlah kalori secara konsisten.

Selain itu, defisit kalori membantu proses penurunan berat badan berjalan bertahap. Tubuh tidak mengalami perubahan drastis. Karena itu, seseorang bisa menjaga energi dan aktivitas harian tetap stabil.

Namun, seseorang tidak boleh mengurangi kalori secara berlebihan. Pengurangan ekstrem justru membuat tubuh kehilangan otot. Akibatnya, tubuh terlihat lemas dan tidak proporsional.

Tambahkan Latihan Beban Secara Rutin

Selanjutnya, seseorang perlu melakukan resistance training atau latihan beban. Latihan ini membantu menjaga massa otot tetap terisi. Jadi, meskipun berat badan turun, tubuh tetap terlihat kencang.

Dr. Caleb menegaskan pentingnya latihan beban saat menjalani diet. Ia menjelaskan bahwa kombinasi defisit kalori dan latihan beban memberi hasil lebih baik. Dengan strategi ini, tubuh tetap memiliki otot yang berisi.

Selain itu, latihan beban membantu membentuk tubuh lebih proporsional. Otot yang terjaga membuat seseorang terlihat segar. Karena itu, latihan ini sangat penting dalam program penurunan berat badan.

Penelitian Dukung Latihan Beban

Dr. Caleb juga merujuk jurnal ilmiah di Frontiers berjudul “Resistance Training as a Key Strategy for High-Quality Weight Loss on Men and Women.” Penelitian tersebut membagi peserta menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama tidak melakukan latihan. Serta Kelompok kedua menjalani latihan aerobik. Kelompok ketiga menjalani latihan beban selama 1 hingga 18 bulan.

Semua peserta menjalani defisit kalori sekitar 500 kalori per hari. Namun, hasil setiap kelompok berbeda. Kelompok latihan beban mengalami penurunan lemak paling besar.

Selain itu, kelompok latihan beban menunjukkan penurunan lingkar perut paling signifikan. Mereka juga mengalami peningkatan massa bebas lemak atau massa otot. Dengan kata lain, latihan beban membantu menjaga komposisi tubuh tetap sehat.

Sebaliknya, kelompok tanpa latihan tidak menunjukkan hasil seoptimal kelompok latihan beban. Kelompok aerobik tetap mengalami penurunan berat badan. Namun, hasilnya tidak sebaik latihan beban dalam menjaga otot.

Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Angka Timbangan

Banyak orang hanya fokus pada angka timbangan. Padahal, kualitas penurunan berat badan jauh lebih penting. Seseorang perlu memastikan tubuh tetap memiliki otot yang cukup.

Karena itu, seseorang sebaiknya menggabungkan defisit kalori terkontrol dengan latihan beban rutin. Strategi ini membantu menurunkan lemak sekaligus menjaga bentuk tubuh. Dengan pendekatan yang tepat, seseorang bisa mencapai berat badan ideal tanpa terlihat terlalu kurus atau kehilangan massa otot.

“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *