RS Satria Medika – Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, Ade Savitri, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak.
Ia menilai tantangan gizi anak membutuhkan peran bersama dari berbagai pemangku kepentingan.
Timnya percaya kerja sama mampu menciptakan dampak nyata bagi tumbuh kembang anak Indonesia.
Ade menyampaikan pandangan tersebut dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026.
Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan pers yang diterima Tempo pada 27 Januari 2026.
Ia menekankan kolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan mitra lainnya.
Menurut Ade, pendekatan bersama mampu memperkuat upaya pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.
Timnya ingin menghadirkan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat dan aktif.
Oleh karena itu, perusahaan terus mendorong inovasi dan inisiatif relevan.
“Baca Juga: IBD, Teknologi Medis Dorong Deteksi Dini Jantung Bawaan“
Inovasi Nutrisi untuk Dampak Jangka Panjang
Ade menyatakan timnya berfokus pada solusi yang mudah diterapkan sehari-hari.
Pendekatan tersebut bertujuan membantu orang tua memenuhi kebutuhan gizi anak.
Ia menilai langkah sederhana dapat memberi pengaruh besar jika dilakukan konsisten.
Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari menjadi momentum refleksi penting.
Momen ini mengingatkan pentingnya gizi seimbang sejak usia dini.
Gizi seimbang menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak Indonesia.
Asupan harian berperan besar dalam mendukung kesehatan dan aktivitas anak.
Omega 3, omega 6, dan vitamin penting membantu anak tetap aktif.
Nutrisi yang tepat juga mendukung kesiapan anak untuk berprestasi.
Inisiatif “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand”
Dalam momentum tersebut, Brand BlueBand menghadirkan inisiatif khusus.
Program tersebut bernama “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand”.
Inisiatif ini mendorong kebiasaan sederhana dengan nilai gizi seimbang.
Ade menyebut program ini sebagai bentuk pendampingan bagi orang tua.
Timnya ingin menghadirkan pilihan praktis sekaligus bernutrisi.
Program ini juga memperluas edukasi gizi bagi anak dan pendidik.
Selain itu, inisiatif ini mendorong peran aktif orang tua di rumah.
Orang tua menjadi pendamping utama dalam kebiasaan makan anak.
Pendekatan ini menekankan konsistensi dan dukungan positif.
Edukasi Gizi Serentak Jangkau Ribuan Sekolah
Program ini diperkuat melalui kolaborasi dengan PERSAGI.
Kolaborasi tersebut menghadirkan Program Edukasi Gizi Serentak.
Program ini menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai daerah.
Acara puncak berlangsung pada 25 Januari 2026 di Jakarta.
Kegiatan digelar di Lapangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ade dan tim menegaskan komitmen mendukung gizi anak secara berkelanjutan.
Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwardy, menyampaikan tujuan kegiatan ini.
Ia menilai edukasi gizi mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul.
Program ini melibatkan ribuan ahli gizi di seluruh Indonesia.
Edukasi tersebut menjangkau siswa, guru, dan orang tua.
Doddy menekankan pentingnya kebiasaan gizi seimbang sejak dini.
Rekor MURI Perkuat Dampak Kolaborasi
Inisiatif ini mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia.
Rekor tersebut mencakup edukasi gizi serentak dengan sekolah terbanyak.
Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor.
Direktur Operasional MURI, Jusuf Ngadri, menilai pencapaian ini bermakna.
Ia menilai rekor ini menunjukkan edukasi gizi dapat berjalan masif.
Program ini juga relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia saat ini.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, para pihak mendorong generasi lebih sehat.
Upaya ini menempatkan gizi sebagai investasi masa depan bangsa.
“Baca Juga: IBD, Penyakit Radang Usus Kronis yang Sering Terabaikan“