RS Satria Medika – Pengobatan kanker tidak selalu bisa dilakukan hanya dengan obat oral atau infus biasa. Dalam beberapa kasus, terutama ketika kanker menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang, dibutuhkan pendekatan khusus. Salah satu metode efektif yang digunakan dokter adalah kemoterapi intratekal atau IT.
“Baca Juga: Kolesterol Genetik: Fakta, Ciri, dan Cara Mengatasinya“
Mengapa Kanker di Otak Butuh Penanganan Khusus?
Otak dan sumsum tulang belakang terlindungi oleh tiga lapisan jaringan yang disebut meninges. Di antara dua lapisan tersebut terdapat cairan yang disebut cairan serebrospinal (CSF). Fungsi utama cairan ini adalah melindungi sistem saraf pusat.
Sayangnya, obat kanker yang diminum atau disuntikkan ke tubuh tidak mudah menembus cairan ini. Oleh karena itu, saat sel kanker mencapai cairan tersebut, pengobatan harus langsung diberikan ke dalamnya. Proses ini disebut kemoterapi intratekal.
Jenis Kanker yang Diobati dengan Kemoterapi Intratekal
Dokter biasanya memilih kemoterapi intratekal untuk mengobati kanker yang menyerang atau berisiko tinggi menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang. Contoh kanker tersebut antara lain leukemia limfoblastik akut (LLA), limfoma Burkitt, limfoma limfoblastik, dan limfoma sel B besar difus.
Penderita leukemia sering menjalani kemoterapi IT bahkan sebelum sel kanker mencapai otak. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar kanker tidak menyebar ke cairan otak. Selain itu, jenis kanker lain seperti kanker payudara, kanker paru, dan melanoma juga bisa menyebar ke area ini pada sebagian kecil kasus.
Bagaimana Prosedur Kemoterapi Intratekal Dilakukan?
Dokter biasanya memasukkan obat ke dalam cairan otak menggunakan prosedur yang disebut pungsi lumbal atau spinal tap. Pasien akan berbaring menyamping dan mendapatkan obat bius agar tidak merasa nyeri. Jarum akan dimasukkan di antara ruas tulang belakang untuk mengalirkan obat langsung ke cairan serebrospinal.
Proses ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelahnya, pasien perlu beristirahat setidaknya satu jam agar obat menyebar merata di ruang intratekal.
Opsi Pengobatan Jangka Panjang dengan Alat Implan
Jika pasien memerlukan banyak dosis dalam waktu lama, dokter bisa menyarankan penggunaan alat implan bernama reservoir Ommaya. Alat ini berupa perangkat kecil berbentuk kubah yang dipasang di bawah kulit kepala. Implan ini tersambung dengan kateter ke ruang intratekal.
Reservoir ini memudahkan dokter memberikan obat tanpa harus melakukan pungsi berulang kali. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk mengambil sampel cairan otak saat dibutuhkan. Walaupun pemasangan alat ini memerlukan operasi kecil, risikonya relatif rendah.
Kesimpulan: Penanganan Khusus untuk Kasus Kanker Kompleks
Kemoterapi intratekal menjadi metode penting dalam pengobatan kanker yang menyerang sistem saraf pusat. Metode ini memungkinkan obat langsung masuk ke cairan otak, melewati penghalang alami tubuh. Dengan prosedur yang terarah, pasien dapat menerima pengobatan lebih efektif dan nyaman, terutama dalam jangka panjang.
Jika Anda atau keluarga memiliki jenis kanker dengan risiko penyebaran ke otak, diskusikan metode ini bersama dokter. Deteksi dan tindakan dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
“Baca Juga: Kolesterol: Orang Kurus Juga Bisa Kena , Ini Sebabnya“