rssatriamedika.co.id – Cegah PMK, Berikan Vaksin Rutin Cegah Penyakit Mulut dan Kuku di Kalangan Peternak, Ketua Koperasi Susu SAE Pujon, M. Niam Shofi, menekankan pentingnya vaksinasi untuk ternak. Ia menyebut vaksin sebagai langkah perlindungan agar ternak tidak tertular penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Di tengah ancaman PMK, vaksinasi adalah kebutuhan mendesak,” tegas Niam dalam pernyataannya, 14 Mei 2025.
“Baca Juga: Plastik Ancam Kesehatan, Termasuk Ganggu Jantung“
Niam menambahkan bahwa vaksin tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga menjamin kelangsungan usaha peternakan susu. Ia mendorong para peternak untuk aktif memberi vaksin guna mencegah penyebaran penyakit.
Frisian Flag Donasikan Ribuan Dosis Vaksin PMK
PT Frisian Flag Indonesia (FFI) telah mendonasikan 13.600 dosis vaksin PMK. Donasi ini ditujukan kepada peternak sapi perah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka merupakan anggota Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
FFI berharap donasi ini bisa memperkuat ketahanan industri peternakan sapi perah nasional. Tujuannya untuk menjaga kesehatan hewan, mencegah penyebaran PMK, dan menjaga produksi susu segar dalam negeri.
Bioaftogen: Vaksin Rutin Cegah PMK yang Telah Teruji Aman dan Efektif
Jenis vaksin yang digunakan adalah Bioaftogen. Vaksin ini telah lulus uji kualitas dari World Health Organization (WHO). Selain itu, vaksin ini mendapat persetujuan dari EuFMD, lembaga di bawah FAO.
Bioaftogen memiliki daya imun tinggi dan telah terbukti aman. Vaksin ini mampu memberikan perlindungan optimal terhadap penyebaran virus PMK di peternakan sapi perah.
Pemerintah Terbitkan Surat Edaran untuk Perketat Waspada
Menyusul lonjakan kasus PMK akhir 2024, Kementerian Pertanian bertindak cepat. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menerbitkan surat edaran pada 3 Januari 2025. Surat ini berisi instruksi peningkatan kewaspadaan di seluruh peternakan.
GKSI juga mendorong koperasi susu melakukan vaksinasi mandiri. Hasilnya, banyak wilayah mengalami penurunan kasus PMK. Pemerintah terus mempercepat vaksinasi sebagai strategi utama pengendalian PMK.
Vaksinasi Perkuat Imunitas dan Cegah Penularan
Seperti manusia, hewan juga bisa terserang penyakit menular maupun tidak menular. Dinas Peternakan NTB menyebut vaksinasi penting untuk membentuk antibodi pada ternak. Kekebalan ini membantu melawan mikro-organisme penyebab penyakit.
PMK adalah penyakit epizootik yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi dan babi. Penyakit ini disebabkan virus dari famili Picornaviridae. PMK menimbulkan demam dan lepuh-lepuh pada hewan, terutama yang masih muda.
Vaksinasi Sudah Teruji dan Diterapkan Sejak Lama
Sejak 1952, Indonesia mampu memproduksi vaksin PMK sendiri. Program vaksinasi massal mulai berjalan tahun 1964. Pada 1986, Indonesia berhasil bebas dari PMK dan mendapat pengakuan dari ASEAN tahun 1987.
Pengakuan internasional diberikan oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada tahun 1990. Fakta ini membuktikan bahwa vaksinasi terbukti efektif mengendalikan PMK di Indonesia.
Kolaborasi Perusahaan dan Peternak Perkuat Ketahanan Pangan
Niam Shofi berharap kolaborasi dengan perusahaan swasta bisa terus berjalan. Kolaborasi ini penting untuk memperkuat peternakan lokal dan ketahanan pangan nasional.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menyampaikan komitmennya. “Kami terus mendukung koperasi susu untuk membangun industri yang berkelanjutan,” ujarnya.
“Baca Juga: Manajer Arema FC Terlibat Kasus Rokok Ilegal“
Head of Dairy Development FFI, Akhmad Sawaldi, juga menyampaikan harapan agar donasi ini memperkuat mitigasi terhadap penyakit menular. Ia menambahkan bahwa langkah ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan peternak dan memastikan ketersediaan susu segar berkualitas bagi masyarakat Indonesia.